Rangkaian RCRC Day 2026, PMI dan JRCS Perkuat Kesiapsiagaan Warga di Desa Rawan Bencana

KABARINDAH.COM, Sukabumi — Dalam rangkaian peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia atau Red Cross and Red Crescent Day (RCRC Day) 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi melalui dukungan Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar edukasi dan pelatihan pertolongan pertama (Basic First Aid) bagi masyarakat di wilayah rawan bencana Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan dilaksanakan di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat melalui Project School and Community Resilience (SCR) yang berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, kegiatan edukasi dilaksanakan di empat titik lokasi pada masing-masing desa, khususnya untuk menjangkau kelompok rentan masyarakat.

Pelatihan diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, lansia, relawan desa, hingga anak sekolah. Peserta mendapatkan edukasi mengenai teknik dasar pertolongan pertama, penanganan korban pingsan, luka ringan, evakuasi sederhana, hingga langkah penyelamatan awal sebelum bantuan medis tiba.

Selain penyampaian materi, PMI dan JRCS juga menghadirkan simulasi praktik langsung agar peserta mampu memahami tindakan pertolongan pertama secara cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat maupun bencana.

Program Manager School and Community Resilience (SCR), Anwar Assyubali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas di daerah rawan bencana sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan RCRC Day 2026.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama dan memahami langkah penyelamatan awal saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan RCRC Day 2026 yang mengangkat semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi materi maupun simulasi yang dipandu langsung oleh fasilitator PMI dan JRCS.

Sementara itu, Kepala Perwakilan JRCS Indonesia, Teuku Awaludin, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan Pertolongan Pertama untuk masyarakat ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia tahun ini mengusung tema global “United in Humanity” atau “Bersatu Demi Kemanusiaan”.

Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian kemanusiaan harus terus diperkuat di tengah berbagai tantangan global seperti bencana alam, perubahan iklim, hingga krisis kemanusiaan.

“Melalui semangat ‘Bersatu Demi Kemanusiaan’, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, kepedulian, dan aksi nyata kemanusiaan. Relawan kemanusiaan di berbagai daerah terus hadir membantu masyarakat dalam situasi sulit, dan itu membutuhkan dukungan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, momentum RCRC Day 2026 juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para relawan dan pekerja kemanusiaan yang selama ini berada di garis terdepan membantu masyarakat terdampak bencana dan krisis.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi materi maupun simulasi yang dipandu langsung oleh fasilitator PMI dan JRCS.

Melalui rangkaian RCRC Day 2026 ini, PMI dan JRCS berharap masyarakat di wilayah rawan bencana Kabupaten Sukabumi semakin tangguh, siap menghadapi situasi darurat, serta mampu menjadi penolong pertama di lingkungan masing-masing.

Exit mobile version