Potensi Batu Akik Sukabumi Dinilai Menjanjikan, Diskumindag Kota Sukabumi Siap Genjot Promosi

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Potensi kerajinan batu akik di Kota Sukabumi dinilai cukup menjanjikan dan berpeluang menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif daerah. Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) pun berkomitmen menggenjot pengembangan sekaligus promosi komoditas tersebut.

Hal itu mengemuka dalam Pameran “Kemilau Batu Bercahaya” Piala Wali Kota Sukabumi yang digelar di Gedung Juang 45, Ahad (5/4/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi tersebut menampilkan kontes dan pameran batu akik dari berbagai komunitas dan pelaku usaha.

Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Een Rukmini, serta unsur Dekranasda Kota Sukabumi.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Een Rukmini mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap para pelaku usaha batu akik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Selama ini, data yang dimiliki masih terbatas, padahal potensi di lapangan cukup besar.

” Melalui pameran ini, kami melihat ternyata banyak komunitas dan pelaku usaha batu akik di Kota Sukabumi. Ini akan kami data terlebih dahulu sebagai bagian dari potensi kerajinan daerah yang bisa dikembangkan,” ujar Een. Ia mengungkapkan, sejumlah stan dalam pameran tersebut diisi oleh perwakilan kecamatan di Kota Sukabumi, seperti Kecamatan Baros dan wilayah lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa geliat usaha batu akik tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar di berbagai wilayah.

Menurut Een, pendataan tersebut penting untuk memastikan apakah produk yang dipasarkan benar-benar berasal dari pelaku usaha lokal atau hanya dipasarkan di Sukabumi. Jika terbukti merupakan potensi lokal, pemerintah akan merangkul dan membina para pelaku usaha tersebut.

“Kalau memang itu pelaku usaha lokal, tentu akan kami rangkul. Ini bisa menjadi peluang untuk mengangkat potensi ekonomi Kota Sukabumi,” kata Een. Menariknya, sejumlah pelaku usaha batu akik di Sukabumi diketahui telah menembus pasar internasional.

Bahkan, ada yang mendapatkan bahan batu dari luar daerah dan memasarkannya hingga ke luar negeri. Namun demikian, pelaku usaha masih menghadapi kendala, terutama terkait tingginya biaya ekspor. Pemerintah daerah pun mengakui adanya keterbatasan dalam memberikan bantuan langsung melalui APBD.

“Untuk biaya ekspor memang ada aturan dan cukup mahal. Kami tidak bisa langsung membantu dari APBD, tetapi akan kami carikan solusi, termasuk melalui jejaring diaspora yang sudah berpengalaman mengirim produk ke luar negeri,” ucap Een.

Selama ini, lanjut dia, produk UMKM Sukabumi yang telah menembus pasar ekspor didominasi sektor kuliner, fesyen, dan cendera mata. Ke depan, batu akik akan didorong untuk mengikuti jejak tersebut.

Selain itu, promosi batu akik juga akan diperkuat melalui Dekranasda Kota Sukabumi. Tidak hanya menampilkan batu dalam bentuk bongkahan, tetapi juga produk batu akik yang telah diolah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi.

“Ke depan, batu akik akan kami tampilkan juga di Dekranasda, termasuk saat menerima tamu-tamu penting seperti duta besar. Ini menjadi bagian dari promosi agar lebih dikenal luas,” kata Een.

Exit mobile version