KABARINDAH.COM, Sukabumi- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, dengan dukungan Japanese Red Cross Society (JRCS), menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan Operasional Pos Komando (Posko) guna memperkuat kesiapsiagaan seluruh komponen PMI di wilayah tersebut.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas unsur pengurus, staf Markas PMI, serta relawan dari Korps Sukarela (KSR) dan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di wilayah program.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan sumber daya manusia PMI dalam menghadapi situasi darurat bencana, khususnya dalam pengelolaan respons bencana dan operasional posko secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.
“Manajemen tanggap darurat dan operasional posko merupakan kunci dalam merespons bencana secara cepat dan terstruktur. Kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, latihan, dan simulasi yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar dr. Hondo Suwito. Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan, Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama untuk memastikan kehadiran PMI yang sigap dan tepat sasaran di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, dr. Hondo menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program School and Community Resilience (SCR), hasil kerja sama antara PMI dan Japanese Red Cross Society (JRCS), yang berfokus pada penguatan ketangguhan sekolah dan komunitas dalam menghadapi risiko bencana, khususnya di Kabupaten Sukabumi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta menerima berbagai materi strategis, antara lain pengantar tanggap darurat bencana, manajemen penanggulangan bencana, standar minimum pelayanan bencana, serta mobilisasi sumber daya saat TDB. Materi teknis juga diberikan, meliputi komunikasi radio, manajemen posko, penyusunan rencana operasi, pembuatan laporan tanggap darurat, serta koordinasi dan jejaring lintas sektor dalam penanganan bencana.
Selain pembekalan teori, kegiatan ini dilengkapi dengan table top exercise (TTX), simulasi lapangan, skill station, serta evaluasi simulasi. Peserta juga mendapatkan materi safety and security briefing serta health and safety environment untuk memastikan keselamatan dan efektivitas personel selama operasi kebencanaan.
Fasilitator PMI, Lala Jalaludin, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian materi dirancang untuk membentuk kesiapan relawan secara menyeluruh, baik dari aspek pemahaman konsep maupun keterampilan teknis di lapangan.
“Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga praktik langsung melalui simulasi dan drill. Manajemen posko, komunikasi radio, penyusunan rencana operasi, hingga koordinasi lintas sektor menjadi bekal penting agar relawan mampu bekerja secara efektif dan terkoordinasi saat bencana terjadi,” jelas Lala.
Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Sukabumi berharap kapasitas relawan semakin meningkat sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan yang profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
