KABARINDAH.COM, Sukabumi— Buka puasa bersama kader dan struktur Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi digelar di kantor DPD PKS Kota Sukabumi, Ahad (1/3/2026). Momentum Ramadan itu diisi dengan taujih yang disampaikan Wakil Ketua Majelis Syura PKS sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Heryawan.
Dalam suasana santai penuh keakraban, pria yang akrab disapa Kang Aher itu menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama kekuatan partai.
“Alhamdulillah saya bisa hadir dan bersilaturahim. Kita berbincang santai, baik saat makan bersama maupun dalam tausiyah,” ujar Aher. Pesan kuncinya sederhana yakni tetap dekat dengan masyarakat dan PKS ingin bertahan menjadi partai yang dicintai masyarakat, dan tentu tetap mencintai masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Danny Ramdhani beserta jajaran pengurus dan kader. Bagi Aher, Ramadan bukan hanya ruang spiritual, melainkan juga momentum konsolidasi dan penguatan struktur partai.
Aher yang juga menjabat Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI serta anggota Komisi II DPR RI itu menegaskan, target politik menuju 2029 harus diiringi kerja nyata di tengah masyarakat. Menurut dia, menjaga suara yang sudah ada sama pentingnya dengan meningkatkan perolehan suara pada Pemilu mendatang.
“Memelihara konstituen itu penting, tetapi lebih dari itu kita juga harus membina mereka agar sebagian menjadi kader yang melanjutkan estafet kepemimpinan. Bisa di tingkat DPD, DPW, bahkan pusat ketika memang memiliki kapasitas,” katanya yang merupakan Gubernur Jabar periode 2008-2018.
Aher menjelaskan, pendekatan kepada masyarakat memiliki dimensi ganda: menjaga basis dukungan sekaligus memperluas kaderisasi. Dari proses itulah, kata dia, akan lahir kader-kader yang layak memegang tanggung jawab lebih besar di masa depan.
Dalam kesempatan itu, Aher juga menyinggung posisi PKS dalam peta politik nasional dan daerah. Ia menegaskan, dalam sistem presidensial seperti Indonesia, relasi antara partai dan pemerintah tidak bisa dipandang secara hitam-putih antara koalisi dan oposisi.
“PKS berkoalisi di pemerintahan pusat, di daerah pun tentu bekerja sama. Ini negara presidensial, bukan parlementer. Jadi kerja sama dan sikap kritis bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Menurut dia, sebagai anggota dewan, fungsi kontrol tetap harus dijalankan. Kritik terhadap kebijakan pemerintah, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab kepada rakyat dan tidak serta-merta berarti tidak bekerja sama.
“Kita harus imbang. Bekerja sama, tetapi tetap kritis. Supaya kebijakan yang lahir benar-benar berpihak kepada rakyat dan bisa dirasakan dalam bentuk pelayanan maupun kesejahteraan,” tutur Aher.
Buka puasa bersama itu pun menjadi ajang mempererat soliditas internal sekaligus menegaskan arah perjuangan PKS Kota Sukabumi ke depan memperkuat pelayanan publik, memperluas kaderisasi, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
