Pemkot Sukabumi Pastikan Pasokan Pangan Aman dan Stabil Jelang Idul Fitri

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Pemerintah Kota Sukabumi melakukan pemantauan dan pengawasan gabungan terkait ketersediaan, harga, keamanan, dan mutu pangan di pasar tradisional dan modern, Kamis (12/3/2026). Hasil pemantauan menunjukkan pasokan pangan di Kota Sukabumi relatif cukup dan stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemantauan dilakukan di Pasar Pelita dan Superindo Citimall. Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Asisten Daerah II, serta sejumlah perangkat daerah seperti DKP3, Diskumindag, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Diskominfo, Satpol PP dan Damkar, serta Bagian Perekonomian. Perwakilan Perum Bulog juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan sejumlah komoditas pangan. Komoditas yang mengalami peningkatan permintaan di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, daging ayam, dan daging sapi.

“Peningkatan permintaan komoditas pangan menjelang Idul Fitri diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Namun secara umum ketersediaan pangan di pasar tradisional maupun modern masih cukup dan beragam,” ujar Ayep.

Meski demikian, hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas. Harga cabai merah besar tipe TW naik dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, cabai merah besar lokal dari Rp45.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, serta cabai rawit merah yang kini mencapai Rp100.000 per kilogram.

Sementara harga telur ayam naik tipis dari Rp30.000 menjadi Rp31.000 per kilogram.
Secara umum, stabilitas harga sejumlah komoditas pangan strategis masih tergolong aman karena berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).

Komoditas tersebut antara lain beras premium, beras medium, kacang kedelai, daging sapi, daging kerbau, bawang putih, gula pasir, cabai merah keriting, daging ayam, telur ayam, bawang merah, dan cabai merah besar.

Namun, beberapa komoditas perlu menjadi perhatian. Harga telur ayam saat ini berada di angka Rp31.000 per kilogram, sedikit di atas HET Rp30.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram atau sekitar 50 persen di atas HAP Rp57.000 per kilogram.

Ayep menegaskan, kegiatan pemantauan ini bertujuan memastikan pangan yang beredar di Kota Sukabumi aman, tersedia, dan memiliki mutu yang baik. Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk meminimalisasi peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.

“Pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri,” kata Ayep. Dalam pengawasan tersebut, petugas juga memeriksa produk pangan menggunakan metode “cek klik”, yaitu mengecek kemasan, label, izin edar seperti PIRT atau MD, serta tanggal kedaluwarsa.

Selain itu, pada Rabu (11/3/2026) tim juga telah melakukan pengambilan sampel pangan segar dan olahan untuk diuji melalui metode rapid test. Hasil pemeriksaan mutu beras menggunakan alat pengukur kadar air dan broken rice separator menunjukkan bahwa kualitas beras yang beredar memenuhi syarat.

Ayep menambahkan, pangan merupakan komoditas penting dan strategis karena menjadi kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat ditunda pemenuhannya. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan pengawasan guna memastikan pangan yang beredar aman dan layak konsumsi.

Pemantauan rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan, juga dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan seperti kenaikan harga akibat lonjakan permintaan, peningkatan mobilitas masyarakat, hingga potensi gangguan distribusi pangan akibat cuaca ekstrem.

“Dengan pengawasan rutin ini, kami ingin memastikan masyarakat Sukabumi dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kebutuhan pangan tetap terpenuhi,” kata Ayep.

Exit mobile version