KABARINDAH.COM–Di antara gemericik air dan tawa yang pecah bersahut-sahutan, suasana di kawasan River Tubing Kadulawang, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (14/2/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar wisata akhir pekan, melainkan ruang kebersamaan yang hangat menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Puluhan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Sukabumi tampak antusias mengikuti Family Gathering Disabilitas yang diinisiasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi. Agenda ini menjadi bagian dari tradisi papajar—makan bersama dan berwisata sebelum memasuki Ramadan.
Di tepian sungai, para peserta saling menggenggam tangan, menyusuri jalur wisata dengan pendampingan relawan. Keterbatasan penglihatan tak membatasi kegembiraan. Justru dari sana terpancar semangat dan rasa percaya diri yang tumbuh perlahan namun pasti.
Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, menuturkan kegiatan ini merupakan agenda rutin kolaborasi antara PMI dan Pertuni. Namun kali ini terasa lebih istimewa karena menjadi momen menyambut Ramadan.
”Kami ingin membersamai teman-teman disabilitas untuk ikut merasakan kebahagiaan di musim liburan ini. Ini bentuk sinergitas dan komitmen PMI Kota Sukabumi. Tidak hanya pengajian rutin setiap bulan, tetapi juga menghadirkan ruang-ruang kebersamaan seperti ini,” ujarnya.
Bagi PMI, kegiatan tersebut bukan sekadar rekreasi. Ada pesan yang ingin ditegaskan: penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengakses ruang publik, termasuk tempat wisata. Mereka bukan objek belas kasihan, melainkan bagian utuh dari masyarakat yang perlu didampingi dan dihargai.
“Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri bahwa teman-teman disabilitas itu sama seperti kita semua. Mereka berhak berada di arena wisata, di tempat kegiatan, di mana pun. Komitmen kami jelas, tidak membedakan siapa pun,” kata Dinar.
Ketua DPC Pertuni Kota Sukabumi, Sulaiman, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi para anggota, kesempatan menikmati alam terbuka seperti ini menjadi pengalaman yang berharga.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI Kota Sukabumi yang telah membantu kami menikmati alam bebas di tempat wisata ini. Hari ini kami merasa sangat berbahagia,” ucapnya.
Di sela-sela kegiatan, tawa dan obrolan ringan mengalir hangat. Kebersamaan itu menjadi penanda bahwa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang bisa diwujudkan melalui kepedulian.
Menjelang Ramadhan, momen ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejatinya tumbuh dari kebersamaan. Di River Tubing Kadulawang, para penyandang disabilitas tidak hanya menikmati papajar, tetapi juga merayakan hak, martabat, dan rasa percaya diri sebagai bagian setara dari masyarakat Kota Sukabumi.
