Menjaga Nafas Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal, Ketua DPRD Kota Sukabumi dan Banggar Kunjungan Kerja ke Bogor

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda memimpin kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Jumat (27/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis menyikapi dinamika fiskal yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

Kang Wanju sapaan akrab ketua DPRD mengatakan, agenda tersebut bukan sekadar silaturahmi antarlembaga. Melainkan forum pembelajaran untuk memperkuat strategi pengelolaan keuangan daerah di tengah penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Penurunan TKD adalah tantangan nyata yang harus kita respons secara adaptif dan terukur. Kita tidak boleh tinggal diam,” ujar Kang Wanju yang berasal dari Fraksi PKS tersebut. Menurutnya, tekanan fiskal menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dan disiplin dalam merancang kebijakan anggaran agar pembangunan tetap berlanjut tanpa membebani masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kang Wanju menekankan tiga fokus utama yang menjadi perhatian DPRD Kota Sukabumi. Pertama, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penggalian potensi yang realistis dan berkelanjutan.

Kedua, efisiensi serta rasionalisasi belanja daerah agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ketiga, penguatan perencanaan anggaran berbasis kinerja yang lebih terukur dan akuntabel.

Kang Wanju menyebut, diskusi dengan jajaran BPKAD Kabupaten Bogor memberikan perspektif mengenai strategi mitigasi risiko fiskal, termasuk pengendalian defisit, penajaman prioritas program, hingga tata kelola aset daerah.

“Kita ingin memastikan pembangunan di Kota Sukabumi tetap berjalan berkelanjutan. Kesejahteraan warga adalah prioritas yang tidak boleh dikompromikan oleh keterbatasan anggaran,” kata Kang Wanju. Ia berharap hasil kunjungan kerja tersebut dapat menjadi referensi dalam pembahasan kebijakan anggaran di DPRD Kota Sukabumi, khususnya dalam menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mempertahankan kualitas layanan publik di tengah tantangan keuangan yang semakin kompleks.

Exit mobile version