Oleh: Ruli Alqodri Mustafa*
Dalam kehidupan ini, ada satu hukum Allah yang selalu berlaku dan tidak pernah meleset: apa yang ditanam, itulah yang akan dituai.
Jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan memanen kebaikan. Sebaliknya, jika yang ditanam adalah keburukan, maka keburukan pula yang akan kembali kepadanya.
Namun indahnya ajaran Islam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan hanya Maha Adil, tetapi juga Maha Pemurah.
Allah tidak pernah membalas satu kebaikan hanya dengan satu balasan. Bahkan, satu amal baik bisa dibalas berkali-kali lipat sesuai dengan keikhlasan dan ketulusan hamba-Nya.
Inilah yang sering kali membuat hati menjadi tenang. Tidak ada kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah.
Senyum yang tulus, bantuan kecil kepada sesama, sedekah yang diam-diam, hingga doa yang dipanjatkan untuk orang lain, semuanya dicatat dengan sempurna.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an bahwa satu kebaikan minimal dibalas sepuluh kali lipat.
Bahkan dalam kondisi tertentu, balasannya bisa mencapai tujuh ratus kali lipat atau lebih. Betapa luas rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Perumpamaan yang sangat indah terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 261.
Allah mengibaratkan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dan pada setiap bulir terdapat seratus biji. Dari satu benih kecil, tumbuh keberkahan yang begitu besar.
Ayat ini mengajarkan bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat berkembang menjadi pahala yang luar biasa. Terkadang manusia merasa apa yang diberikannya terlalu sedikit. Padahal di sisi Allah, yang kecil bisa menjadi besar karena keikhlasan.
Banyak orang takut berbagi karena khawatir hartanya berkurang. Padahal justru sedekah membuka pintu rezeki yang tidak disangka-sangka.
Mungkin bukan selalu dalam bentuk uang, tetapi bisa berupa kesehatan, ketenangan hidup, keluarga yang harmonis, hati yang lapang, atau kemudahan dalam menghadapi berbagai urusan.
Begitulah cara Allah membalas kebaikan hamba-Nya.
Sebaliknya, Islam juga mengajarkan betapa adilnya Allah. Dosa atau kejahatan tidak dibalas berlipat-lipat. Allah membalas keburukan sesuai kadar perbuatannya saja. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah jauh lebih besar daripada murka-Nya.
Karena itu, jangan pernah lelah menjadi orang baik. Tetaplah membantu meski kadang tidak dihargai. Tetaplah bersedekah meski sederhana.
Tetaplah menebar manfaat meski tidak banyak dipuji manusia. Sebab sesungguhnya, yang dinilai Allah bukan besar kecilnya amal, melainkan ketulusan hati saat melakukannya.
Hidup ini ibarat ladang. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen esok hari. Jika ingin memanen kebahagiaan, maka tanamlah kebaikan.
Jika ingin mendapatkan kasih sayang Allah, maka sayangilah sesama.
Yakinlah, tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semua akan kembali kepada kita, bahkan dengan balasan yang jauh lebih indah daripada yang pernah kita bayangkan.
*Penulis adalah kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, Founder The TwinsPrime Economics Studies – Cilegon
