Mahasiswa di Sukabumi Didorong Jadi Tenaga Kerja Siap Pakai dan Wirausaha

KABARINDAH.COM, Sukabumi– Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mendorong pendidikan vokasi di Politeknik Sukabumi mampu melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja sekaligus menciptakan lapangan usaha. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi.

Pesan itu disampaikan Ayep saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Sukabumi Tahun 2026 di Auditorium Politeknik Sukabumi, Sabtu (3/10/2026). Dalam sambutannya, ia menyoroti potensi 134 mahasiswa baru yang diharapkan dapat dipersiapkan menjadi sumber daya manusia produktif.

Menurut Ayep, lulusan perguruan tinggi vokasi tidak hanya perlu memiliki peluang untuk bekerja, tetapi juga kemampuan membangun usaha secara mandiri. Karena itu, pendidikan di Politeknik Sukabumi diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

Selain kompetensi, Ayep menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai fondasi bagi mahasiswa dalam menapaki karier profesional maupun merintis bisnis.nIa mengingatkan mahasiswa agar membangun komitmen, konsistensi, kejujuran, dan sikap amanah.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan di lingkungan kerja maupun usaha.bAyep juga mengingatkan mahasiswa untuk menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti berbohong, menipu, mencuri, melakukan perbuatan asusila, menyalahgunakan narkoba, hingga terlibat perjudian.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga dari karakter serta tanggung jawab yang dimiliki setiap lulusan. Dalam kesempatan tersebut, Ayep turut menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam proses pembelajaran.

Kedisiplinan, kata dia, perlu diterapkan oleh dosen maupun mahasiswa agar kegiatan akademik berjalan tertib dan konsisten.
Termasuk di dalamnya, pengaturan dosen pengganti apabila pengajar berhalangan hadir serta penerapan kompensasi bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti perkuliahan karena alasan tertentu.

Exit mobile version