KABARINDAH.COM, Sukabumi– Pemkot Sukabumi resmi meluncurkan inovasi Literasi Statistik Daerah (Lisda) melalui gelaran webinar bertajuk “Transformasi ASN Sadar Statistik: Mengubah Angka Kependudukan dan Kepariwisataan Menjadi Narasi Kebijakan Pembangunan”, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk berinovasi. Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni mengungkapkan, Lisda dikembangkan dengan pendekatan Non-APBD, mengandalkan kekuatan kolaborasi lintas sektoral antara Diskominfo, BPS, Bappeda, Disdukcapil, hingga Disporapar.
“Visi kita adalah Kota Sukabumi yang ‘Bercahaya’. Agar kebijakan kita terang benderang, dasarnya harus data yang valid. ASN tidak boleh hanya terampil secara administratif, tapi harus tajam membaca angka agar perencanaan pembangunan tepat sasaran,” terang Endah dalam laporannya.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana yang hadir membuka acara memberikan penekanan khusus pada cara ASN berkomunikasi dengan publik. Menurutnya, di era digital, penyampaian informasi harus bertransformasi dari sekadar deretan angka menjadi narasi visual yang menarik.
“Pendapat yang baik harus didasari data, bukan ‘asal bunyi’. Misalnya, data kepadatan penduduk jangan hanya dilihat sebagai jumlah jiwa, tapi narasikan sebagai kebutuhan akan ruang publik atau layanan kesehatan lansia (geriatri) yang lebih banyak,” ujar Wakil Wali Kota.
Bobby juga mencontohkan sektor pariwisata: “Data okupansi hotel harus diterjemahkan menjadi narasi bahwa wisatawan kita saat ini adalah keluarga muda yang butuh spot foto instagramable dan kuliner ramah anak.”
Salah satu poin krusial dalam webinar ini adalah persiapan menghadapi pembukaan Tol Jakarta-Bogor-Sukabumi (Bocimi) yang diprediksi rampung akhir tahun 2026. Hardi Kusuma Kepala Bidang pariwisata Dinas kepemudaan olahraga dan Pariwisata kota Sukabumi memproyeksikan lonjakan hingga 30.000 pengunjung per hari saat akses tol terbuka sepenuhnya.
“Waktu tempuh Jakarta-Sukabumi akan terpangkas drastis menjadi 2,5 jam saja. Ini peluang emas ekonomi,” jelas Hardi. Untuk menangkap peluang tersebut, Kota Sukabumi tengah menyiapkan empat strategi unggulan mulai dari Optimalisasi Wisata Heritage (peremajaan rumah bersejarah). Penguatan Budaya (Pacinan di Kampung Odeon). Destinasi Religi Terintegrasi di kawasan Alfath. hingga Sentra Kuliner Baru di kawasan Jenderal Ahmad Yani.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi Tantan Hadiansyah, memberikan edukasi mengenai integrasi data kependudukan. Meskipun Sistem Informasi Adminsitrasi Kependudukan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial tidak terintegrasi secara otomatis, sinkronisasi data dilakukan secara berkala setiap bulan untuk validasi kepesertaan.
Tantan juga meluruskan perbedaan persepsi data antara Disdukcapil (konsep de jure/administrasi) dan BPS (konsep de facto/tempat tinggal aktual). Ia mengimbau seluruh ASN untuk mengajak masyarakat tertib dokumen kependudukan. “Tanpa identitas valid, layanan publik tidak bisa diakses. Data inilah yang menjadi bahan bakar utama pengambilan keputusan pembangunan,” pungkasnya.
Webinar ini diikuti oleh seluruh jajaran perangkat daerah, camat, lurah, UPT hingga kepala sekolah, menandai babak baru birokrasi Kota Sukabumi yang lebih berbasis data (data-driven) demi kesejahteraan masyarakat sesuai standar Satu Data Indonesia.
