Kabar  

Keamanan Pangan dari Hulu ke Hilir Jadi Kunci Keberhasilan Program MBG

KABARINDAH.COM, Bandung – Ketua Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Khairiah SP MT memberikan sorotan mendalam terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah yang saat ini dijalankan.

Dirinya menekankan bahwa program ini bukan sekadar upaya pemenuhan rasa lapar anak-anak sekolah. Namun, harus berpijak pada standar keamanan, kehalalan, dan kecukupan gizi yang optimal.

“Tantangan besar pemerintah saat ini dalam menjalankan MBG khususnya adalah memastikan kualitas bahan pangan terjaga dari hulu hingga hilir,” ucap Khairiah dalam program Kultum Ramadhan di Kanal Youtube UM Bandung pada Senin (09/03/2026).

Menurutnya, keamanan pangan tidak boleh terputus, mulai dari pemilihan bahan baku yang segar dan minim pestisida hingga proses distribusi ke tangan anak-anak.

“Kita harus memastikan bahan baku yang digunakan adalah bahan yang fresh demi menjaga nilai gizi dan cita rasa,” tanggapnya.

Tidak hanya itu, menurutnya aspek penyimpanan dan kebersihan wadah distribusi juga perlu diperhatikan dalam menjalankan program MBG.

“Aspek ini tentu menjadi kunci agar makanan tetap aman dikonsumsi tanpa risiko kontaminasi,” jelas Khairiah.

Protein MBG

Dirinya merekomendasikan agar menu dalam program MBG memprioritaskan penggunaan real food atau makanan alami serta meningkatkan kandungan protein untuk mendukung pertumbuhan anak.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu menghindari penggunaan Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan yang melalui proses pengolahan panjang dan berlebih,” ungkap Khairiah.

Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar menu MBG dapat merujuk pada preferensi anak di rumah agar makanan lebih diminati dan tidak terbuang sia-sia.

“Manajemen suplai dan distribusi harus diatur dengan sangat baik. Kita tidak ingin terjadi pemborosan makanan hanya karena menu yang disajikan tidak sesuai dengan selera anak-anak, padahal tujuan kita adalah pemerataan akses gizi,” ungkap Khairiah.

Khairiah berharap agar MBG terus dikembangkan menjadi program yang efektif dan terpercaya. Baginya, investasi pada makanan yang halal, aman, dan bergizi saat ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Harapan kami dari praktisi teknologi pangan, program MBG ini dapat memenuhi standar kualitas yang tinggi. Mari kita jaga amanah ini dengan memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Makanan yang mereka konsumsi hari ini akan menentukan kualitas kesehatan dan intelektualitas mereka di masa depan,” pungkasnya.***(FA/FK)

Exit mobile version