KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi mulai mempersiapkan rekonstruksi Jalan Prana di Kecamatan Cikole. Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi menggelar sosialisasi kepada warga di Masjid Al Muhajirin Prana, Jumat (17/7/2026).
Sosialisasi dihadiri Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi Henry Yoswara, perwakilan Kecamatan Cikole, Lurah Cisarua, ketua RT/RW Perumahan Prana, pihak Sekolah Pasim, serta warga setempat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi Henry Yoswara menjelaskan, rekonstruksi akan dilakukan sepanjang 665 meter, dimulai dari kawasan Jalan Siliwangi hingga titik akhir di STA 665 meter. Jalan tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan 20 sentimeter dan lapisan dasar beton setebal 5 sentimeter agar lebih kuat dan memiliki umur layanan lebih panjang.
Menurut Henry, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap dengan skema yang dirancang agar aktivitas warga tetap berjalan. Titik awal pekerjaan dimulai dari ujung jalan sehingga akses masyarakat dapat tetap dimanfaatkan meski terdapat penutupan pada ruas tertentu selama proses konstruksi.
“Alhamdulillah, hasil sosialisasi hari ini warga telah menyepakati proses awal pekerjaan. Metode pelaksanaan juga kami atur agar tidak terlalu lama mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Henry. Ia mengatakan, pelaksanaan proyek ditargetkan berlangsung selama 120 hari kalender.
Namun, penyedia jasa konstruksi akan menerapkan metode percepatan (fast track) dengan penggunaan material tambahan (aditif) sehingga proses pengerjaan dan waktu beton siap dilalui kendaraan dapat dipersingkat apabila kondisi lapangan memungkinkan.
Rekonstruksi jalan dengan lebar bervariasi antara empat hingga enam meter itu menelan anggaran sekitar Rp 2,176 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Makmur Sentosa, sedangkan pengawasan dilakukan oleh konsultan Grandy and Friend.
Henry menambahkan, hingga sosialisasi berakhir tidak ada penolakan dari warga terkait rencana penutupan akses jalan selama proses pekerjaan. “Seluruh masukan sudah kami sampaikan dalam forum. Alhamdulillah masyarakat memahami tahapan pekerjaan dan mendukung pelaksanaannya,” katanya.
Perwakilan warga Perumahan Prana, Ahmad Farid, mengapresiasi pemerintah yang akhirnya menjadikan Jalan Prana sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, kondisi jalan tersebut telah mengalami kerusakan selama beberapa tahun dan hanya mendapat perbaikan sementara.
“Jalan Prana ini akses yang sangat vital karena menjadi penghubung menuju kawasan pendidikan dan pusat kegiatan ekonomi. Kami bersyukur akhirnya dilakukan rekonstruksi menggunakan beton sehingga diharapkan lebih awet,” ujar Farid yang juga Anggota DPRD Kota Sukabumi. Ia menilai sosialisasi juga penting untuk memberikan kepastian mengenai rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung.
Dengan pembagian tahapan pekerjaan, pengaturan arus kendaraan dan penyediaan kantong parkir diharapkan dapat meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun sekolah di sekitar lokasi.
