KABARINDAH.COM, Sukabumi—Persoalan ketidaksesuaian data desil masyarakat dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astrina, di Kecamatan Lembursitu, Jumat (30/10/2026). Dalam reses masa persidangan pertama tahun sidang 2026-2027 tersebut, Feri menerima aspirasi warga yang mengeluhkan perubahan desil kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka sebenarnya.
Feri mengatakan, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar masyarakat yang mengalami ketidaksesuaian data memperoleh kejelasan. “Isu yang kita bawa hari ini adalah terkait perubahan desil yang memang anomali. Hari ini masyarakat merasa penempatan desilnya tidak sesuai dengan realitas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Feri didampingi perwakilan Dinas Sosial Kota Sukabumi, Kecamatan Lembursitu, serta unsur kelurahan. Menurut dia, persoalan perubahan desil bukan sekadar masalah administrasi.
Ketepatan data menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat mendapatkan akses terhadap program bantuan sosial sesuai dengan kondisi dan kriteria yang berlaku. Feri menyebutkan, tindak lanjut terhadap persoalan tersebut akan dilakukan melalui kegiatan Grebeg Desil yang dijadwalkan berlangsung di Kelurahan Beji pada 10 November mendatang.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Sukabumi juga akan membantu memfasilitasi penyelesaian pengaduan masyarakat terkait ketidaksesuaian desil. “Setelah ini insyaallah akan ditindaklanjuti dengan Grebeg Desil di Kelurahan Beji pada 10 November. Kemudian, Dinas Sosial akan membantu memfasilitasi terkait ketidaksesuaian desil ini sehingga mudah-mudahan masalahnya bisa secepatnya terselesaikan,” ujarnya.
Selain persoalan data bansos, reses tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan. Feri menjelaskan, usulan perbaikan jalan yang kembali disampaikan warga sebenarnya merupakan aspirasi dari kegiatan reses sebelumnya.
Namun, pelaksanaannya belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, ia mengaku telah menerima informasi dari dinas terkait bahwa pekerjaan tersebut direncanakan masuk dalam perubahan anggaran tahun ini. “Itu sebenarnya ajuan reses sebelumnya yang memang hari ini belum terlaksana karena ketersediaan anggaran. Saya sudah dapat informasi dari pelaksana dinas terkait bahwa akan dilaksanakan di perubahan anggaran tahun ini,” katanya.
Feri berharap, aspirasi masyarakat yang telah disampaikan melalui kegiatan reses dapat ditindaklanjuti secara konkret, baik terkait pembenahan data kesejahteraan maupun pembangunan infrastruktur lingkungan.
