Kabar  

Bekali Siswa Hadapi Situasi Darurat, Farmasi UM Bandung Gelar Edukasi First Aid

KABARINDAH.COM, Bandung — Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Edukasi Pertolongan Pertama (First Aid) Penanganan Luka pada Siswa” di SMA Muhammadiyah 3 Plus Kota Bandung, Kamis (29/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi berbagai situasi darurat melalui edukasi pertolongan pertama sejak dini. Materi disampaikan oleh Adam Aulia Rahman selaku tim PKM Farmasi UM Bandung.

Adam menjelaskan bahwa siswa termasuk kelompok yang cukup rentan mengalami cedera ringan hingga sedang, baik saat beraktivitas di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Oleh karena itu, pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama dinilai penting agar siswa mampu merespons kondisi darurat secara tepat dan aman.

“Siswa cukup sering mengalami luka saat beraktivitas. Jika tidak ditangani dengan benar, luka ringan pun bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius,” ujar Adam.

Ia menegaskan bahwa penanganan luka yang tepat sejak awal merupakan faktor penting dalam mencegah komplikasi dan infeksi. Kesalahan dalam melakukan pertolongan pertama justru berpotensi memperparah kondisi luka dan memperlambat proses penyembuhan.

“Penanganan luka yang tepat sejak awal dapat mencegah komplikasi serius, termasuk risiko infeksi,” tegasnya.

Dalam sesi edukasi tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis luka yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari luka tusuk, luka sayat, luka abrasi akibat tergores aspal, luka bakar akibat knalpot, hingga luka lebam atau memar yang kerap dianggap sepele.

Setiap jenis luka dijelaskan karakteristiknya secara sederhana, disertai langkah-langkah pertolongan pertama yang sesuai dengan prinsip keselamatan. Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh siswa dalam kondisi nyata.

Adam juga menyoroti bahaya luka akibat tertusuk paku atau benda berkarat yang berisiko menyebabkan infeksi tetanus. Menurutnya, kesadaran pelajar terhadap risiko tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

“Kesadaran terhadap risiko tetanus masih perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan pelajar. Luka kecil akibat paku berkarat bisa berakibat fatal jika diabaikan,” katanya.

Selain itu, siswa dibekali pemahaman mengenai tanda-tanda luka yang memerlukan penanganan medis lanjutan, seperti perdarahan yang tidak berhenti, luka yang dalam, serta munculnya tanda-tanda infeksi.

Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan tidak melakukan tindakan keliru dan segera mencari bantuan tenaga kesehatan.

Adam menegaskan bahwa edukasi pertolongan pertama tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan sikap tanggap dan bertanggung jawab.

“First aid bukan sekadar keterampilan medis dasar, melainkan melatih siswa agar tetap tenang, sigap, dan bertanggung jawab saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Fakultas Farmasi UM Bandung berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan dan keselamatan di lingkungan pendidikan. Adam berharap edukasi serupa dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Feris Dzaky Ridwan Nafis, menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan SMA Muhammadiyah 3 Plus Kota Bandung.

“Kami berharap siswa-siswa di sini mendapatkan edukasi yang mudah dipahami, sehingga saat menghadapi luka ketika bermain, belajar, atau berkendara, mereka bisa menanganinya dengan benar dan tidak salah penanganan,” ucap Feris.

Ia menambahkan bahwa kegiatan edukasi pertolongan pertama ini memiliki potensi besar untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan praktis.

Namun, berkontribusi nyata dalam menekan risiko cedera dan kesalahan penanganan luka di masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan kembali dengan cakupan peserta yang lebih luas serta materi yang semakin komprehensif.***(FA)

Exit mobile version