Aula KH Abdul Gani Kasuba Jadi Saksi MTQ XXXI Maluku Utara, Menghidupkan Nilai-Nilai Al-Quran dalam Kehidupan

Oleh: Irwan Tamsoa
Imam Besar Masjid Raya Shafful Khairaat Sofifi, Provinsi Maluku Utara

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Aula KH Abdul Gani Kasuba (AGK), Masjid Raya Shafful Khairaat Sofifi, menyampaikan pesan yang jauh melampaui kemeriahan sebuah seremoni. MTQ tahun ini menegaskan syiar Al-Qur’an akan lebih bermakna ketika kembali dihadirkan di rumah Allah, tempat ayat-ayat suci sejak awal diajarkan, dipelajari, dihafalkan, dan diamalkan.

Keputusan menjadikan masjid sebagai pusat pelaksanaan MTQ bukan sekadar pertimbangan teknis. Pilihan tersebut mencerminkan ikhtiar mengembalikan ruh Al-Qur’an ke lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan umat.

Lantunan ayat-ayat suci yang menggema di dalam masjid menghadirkan suasana spiritual yang sulit tergantikan oleh kemegahan panggung di tempat lain. Dalam sejarah Islam, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunaikan salat. Masjid juga menjadi pusat pendidikan, dakwah, musyawarah, pembinaan umat, hingga lahirnya peradaban Islam.

Karena itu, pelaksanaan MTQ di Masjid Raya Shafful Khairaat merupakan bentuk penguatan kembali fungsi masjid sebagai pusat syiar Islam sekaligus ruang pembinaan generasi Qur’ani.

Rangkaian MTQ berlangsung dengan khidmat. Pembukaan digelar di Aula Masjid Raya Shafful Khairaat pada Ahad malam, 21 Juni 2026, sedangkan penutupan dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, pada Jumat, 26 Juni 2026. Kehadiran unsur pemerintah, tokoh agama, kafilah, dan masyarakat memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat terbangun tanpa harus mengedepankan kemewahan yang berlebihan.

Kemeriahan justru lahir dari antusiasme masyarakat, sedangkan kekhidmatan terpancar dari penghormatan terhadap kesucian masjid dan nilai-nilai Al-Qur’an. Hal itu menjadi pelajaran bahwa keberhasilan sebuah MTQ tidak semata diukur dari besarnya panggung, megahnya dekorasi, ataupun luasnya arena perlombaan. Tolok ukur sesungguhnya adalah sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an mampu dihadirkan dan dihidupkan di tengah masyarakat.

Saat para qari dan qariah melantunkan ayat-ayat suci di lingkungan masjid, masyarakat tidak hanya menyaksikan sebuah perlombaan, tetapi juga merasakan hadirnya syiar Islam secara langsung di rumah Allah. Momentum itu menjadikan MTQ lebih dekat dengan fungsi dasarnya, yakni membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan umat.

Pada akhirnya, MTQ XXXI Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 memberikan refleksi penting bahwa esensi harus selalu ditempatkan di atas eksistensi. Yang paling utama bukan bagaimana MTQ tampak megah, melainkan bagaimana Al-Qur’an kembali bergema di masjid, hidup di tengah masyarakat, dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Itulah pesan yang menguat dari penyelenggaraan MTQ di Aula KH Abdul Gani Kasuba.

Exit mobile version