KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Simulasi Penilaian Mandiri Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026 di Ruang Rapat Diskominfo Kota Sukabumi, Rabu (20/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari tahapan validasi dan penjaminan kualitas data demi mendongkrak indeks pencapaian statistik sektoral daerah.
Rapat ini dipimpin langsung Kepala Bidang Statistik, Persandian, dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi Cepi Suryadi Marwam. Pertemuan penting tersebut mempertemukan Tim Penilai Internal (TPI) dari berbagai instansi kunci yang dibentuk berdasarkan SK Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/Kep.83/DISKOMINFO/2026, serta dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun sinergi data yang solid dan akuntabel. Dalam rapat tersebut, setiap instansi yang hadir diwajibkan membawa berkas bukti dukung yang telah disiapkan sejak masa pendampingan untuk divalidasi bersama demi kelancaran penilaian.
Dalam arahannya saat membuka acara, Kepala Bidang Statistik, Persandian, dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi selaku pimpinan rapat menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci utama kesuksesan nilai indeks pembangunan statistik kota.
“Evaluasi ini bukan hanya milik Diskominfo, melainkan cerminan dari akuntabilitas penyelenggaraan data di seluruh instansi Pemerintah Kota Sukabumi. Melalui simulasi dan validasi bersama ini, kita ingin memastikan Tim Penilai Internal bekerja secara optimal, objektif, dan didukung oleh dokumen yang benar-benar valid, sehingga kualitas statistik sektoral kita semakin diakui di tingkat nasional,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, yang bertindak sebagai salah satu narasumber penting, memaparkan urgensi teknis dari pelaksanaan simulasi ini. Beliau menekankan bahwa penilaian mandiri merupakan kompas utama untuk mengukur sejauh mana kesiapan dokumen sebelum memasuki penilaian akhir EPSS 2026.
“Simulasi ini merupakan instrumen krusial untuk memastikan bahwa seluruh data sektoral yang kita miliki telah memenuhi prinsip Satu Data Indonesia. Dengan memeriksa berkas bukti dukung secara bersama-sama antara Diskominfo, Bappeda, Disporapar, dan Disdukcapil, kita dapat mengidentifikasi celah kekurangan lebih awal dan melakukan perbaikan secara cepat dan tepat,” ujar Akhmad Zulkarnain di sela-sela kegiatan.
Melalui simulasi yang interaktif ini, jalannya persiapan EPSS 2026 di Kota Sukabumi tergambar semakin matang. Kolaborasi aktif antar-satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ini diharapkan mampu melahirkan pengelolaan statistik sektoral yang tidak hanya unggul dalam penilaian nasional, tetapi juga berdampak nyata bagi kualitas perencanaan pembangunan di Kota Sukabumi.
