Wali Kota Sukabumi Pastikan Penanganan Korban Keracunan Makanan di Lembursitu Bergerak Cepat

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi bergerak cepat menangani puluhan warga yang merupakan santri pondok pesantren yang diduga mengalami keracunan makanan di Kecamatan Lembursitu. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana meninjau langsung kondisi para korban yang menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Sabtu (15/8/2026).

Ayep mengatakan, penanganan terhadap para korban dilakukan secara cepat sejak laporan kejadian diterima. Sebagian pasien bahkan telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang. “Terima kasih penanganan begitu cepat. Begitu ada kejadian, langsung tindakan,” ujar Ayep saat meninjau korban seperti dikutil dari media sosial pribadi Wali Kota Sukabumi.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Sukabumi, sebanyak 59 pasien sempat menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH. Dari jumlah tersebut, 28 pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan pasien lainnya masih menjalani perawatan dengan kondisi stabil.

Sementara itu, di RS Al-Mulk, sekitar 35 pasien telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah. Ayep memastikan biaya penanganan medis para korban ditanggung melalui Bantuan Kesehatan Kota Sukabumi. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi kedaruratan yang terjadi di masyarakat.

“Untuk biayanya juga dari Bantuan Kesehatan Kota Sukabumi,” kata Ayep. Selain memastikan penanganan medis, Pemkot Sukabumi juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim ke laboratorium kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Bandung.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kandungan dalam makanan yang dikonsumsi para korban.b”Makanan pun sekarang sudah diberangkatkan ke Bandung untuk dites di laboratorium Provinsi Jawa Barat, untuk diketahui kandungan apa yang ada di dalam makanan itu,” ujar Ayep.

Pemkot Sukabumi juga akan mengevaluasi sistem distribusi makanan, termasuk meninjau standar operasional prosedur (SOP) penyedia makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ayep mengatakan, evaluasi akan dilakukan langsung di lapangan dan hasilnya akan dilaporkan kepada satuan tugas serta pihak yang bertanggung jawab di tingkat atas.

“Segera akan observasi langsung ke lapangan dan melihat SOP untuk sistem distribusi makanan dari SPPG. Kemudian juga dilaporkan ke satgas dan penanggung jawab di atasnya supaya jangan terjadi lagi kejadian keracunan makanan,” katanya. Ia menilai penanganan kasus tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam peninjauan itu, Ayep dan Bobby didampingi jajaran rumah sakit, Dinas Kesehatan, serta Camat Lembursitu. Seluruh unsur tersebut terlibat dalam penanganan korban sejak kejadian dilaporkan.

“Alhamdulillah penanganannya sangat cepat dan kompak sekali,” kata Ayep. Pemkot Sukabumi memastikan penanganan korban tetap menjadi prioritas sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Exit mobile version