TMT Jadi Jurus PKS Kota Sukabumi Tekan Pengangguran, Warga Didorong Jadi Pengusaha hingga Kerja ke Luar Negeri

KABARINDAH.COM, Sukabumi—DPD PKS Kota Sukabumi mendorong penguatan pelatihan kerja dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu langkah untuk mengatasi persoalan pengangguran di Kota Sukabumi. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Tailor Made Training (TMT) bidang ketenagakerjaan yang digelar DPD PKS Kota Sukabumi bersama Perhimpunan Pekerja Indonesia (PPI) di Kantor DPD PKS Kota Sukabumi, Ahad (9/8/2026).

Hadir dalam momen itu Sekretaris DPD PKS Kota Sukabumi Abdul Kohar dan Ketua Bidang Tenaga Kerja DPD PKS Kota Sukabumi Hendra Bachtiar. Sekretaris DPD PKS Kota Sukabumi Abdul Kohar yang hadir mewakili Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Danny Ramdhani mengatakan, persoalan pengangguran menjadi salah satu perhatian PKS. Berdasarkan data yang mereka jadikan rujukan, jumlah pengangguran di Kota Sukabumi mencapai sekitar 15.000 orang atau 8 persen.

“DPD PKS Kota Sukabumi berkomitmen dalam menanggulangi pengangguran, mengatasi pengangguran, atau menyelesaikan persoalan pengangguran di Kota Sukabumi,” kata Abdul Kohar. Menurut dia, salah satu strategi yang didorong adalah memperluas akses masyarakat terhadap lembaga pelatihan vokasi.

Pelatihan dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain membuka peluang kerja di dalam negeri, PKS juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang bekerja maupun mengikuti program magang ke luar negeri, seperti Jepang, Jerman, dan Australia.

Abdul Kohar menilai kebutuhan tenaga kerja terampil di sejumlah negara maju masih terbuka. Namun, peluang tersebut tidak akan mudah dimanfaatkan jika SDM Indonesia tidak memiliki kompetensi dan keterampilan khusus. “Negara-negara maju tidak bisa menerima sumber daya manusia yang tidak berkapasitas, tidak berkualitas, juga tidak memiliki special skill,” ujarnya.

Karena itu, menurut Kohar, tantangan Indonesia di tengah bonus demografi adalah meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Pelatihan, kata dia, perlu mencakup kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Selain itu, masyarakat juga perlu dibekali kemampuan bahasa Jepang, Mandarin, maupun Jerman sesuai negara dan bidang pekerjaan yang dituju. “Yang pertama adalah bahasa internasional, tentu bahasa Inggris. Kemudian bahasa asing seperti bahasa Jepang, Mandarin, bahasa Jerman, itu harus juga dikuasai,” katanya.

Tak kalah penting, peserta juga akan diarahkan memiliki keterampilan khusus atau special skill sesuai kebutuhan pekerjaan di negara tujuan.

Ketua Bidang Tenaga Kerja DPD PKS Kota Sukabumi Hendra Bachtiar mengatakan, program TMT merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader, simpatisan, dan pendukung PKS. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PPI dengan durasi pelatihan 40 jam pelajaran (JP) atau sekitar delapan hari kerja.

“Melalui pelatihan ini, kader, simpatisan, atau para pendukung bisa mendapatkan manfaat sehingga menjadi orang yang unggul di bidangnya masing-masing,” ujar Hendra. Menurut dia, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan.

Peserta diarahkan pada dua pilihan setelah menyelesaikan program, yakni masuk ke dunia kerja atau menjadi wirausaha. “Output-nya setelah pelatihan ini ada dua tujuan. Yang pertama, apakah para peserta pelatihan ini akan menuju menjadi pekerja di perusahaan, atau yang kedua menjadi wirausaha,” kata Hendra.

Untuk peserta yang memilih jalur pekerjaan, Bidang Tenaga Kerja DPD PKS Kota Sukabumi akan berupaya menghubungkan mereka dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi masing-masing. Sementara bagi peserta yang memilih berwirausaha, program akan dilanjutkan dengan pelatihan kewirausahaan.

Peserta juga diarahkan untuk memperoleh akses permodalan dari pemerintah. Hendra berharap program tersebut tidak sekadar meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga berdampak terhadap kondisi ekonomi mereka. “Harapan saya sebagai Ketua Bidnaker Kota Sukabumi bisa lebih baik dalam segala hal, baik kompetensi, skill, maupun secara ekonomi,” ujarnya.

Abdul Kohar menambahkan, DPD PKS Kota Sukabumi bersama Bidang Tenaga Kerja membuka ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan program peningkatan kompetensi tersebut. Menurut dia, peningkatan keterampilan menjadi kunci agar bonus demografi tidak berubah menjadi persoalan baru akibat banyaknya penduduk usia produktif yang tidak terserap pasar kerja.

Dengan demikian, pelatihan kerja diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas. Tetapi berujung pada dua target utama, yakni menciptakan tenaga kerja yang terserap perusahaan dan melahirkan wirausaha baru.

<

Exit mobile version