Tabligh Akbar Sambut Ramadhan di Masjid Baiturrahim, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Penguatan Spirit Ibadah

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Kegiatan tabligh akbar menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah digelar di Masjid Baiturrahim Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Selasa (17/2/2026). Momen ini untuk mendorong spirit Ramadan ke dalam sendi-sendi kehidupan termasuk pelayanan publik.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Majelis Taklim Kajian Ahad Pagi (KAHPI), DKM Masjid Baiturrahim, serta Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Sukabumi. Hadir memberikan tausiah penceramah nasional Ustadz Subki Al-Bughury.

Turut hadir Ketua DPRD Kota Sukabumi sekaligus Pembina KAHPI Wawan Juanda, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua DKM Masjid Baiturrahim Ustadz Gilang K, Ketua KAHPI Buya Adhari, serta Ketua Ikadi Kota Sukabumi KH Ujang Dedi Humaedi.

Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda atau sering disapa Kang Wanju mengaku merasakan kesejukan batin melihat kuatnya kolaborasi berbagai elemen umat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara DKM, Ikadi, dan majelis taklim menjadi bukti nyata bahwa syiar Islam di Kota Sukabumi terus tumbuh dan memberi manfaat luas.

“Pagi ini hati saya terasa sangat sejuk. Ini bukti bahwa jika kita bersatu, syiar Islam akan semakin kuat dan dirasakan masyarakat,” ujar Kang Wanju. Sebagai pembina KAHPI, ia juga menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme jamaah dalam menyambut Ramadhan.

Kang Wanju menekankan tabligh akbar menjadi momentum mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, agar bulan suci tidak berlalu tanpa peningkatan kualitas iman. Ia menegaskan, pembangunan kota tidak hanya berkutat pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, DPRD berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan.

”Masjid harus hidup, majelis taklim harus aktif, agar keberkahan turun ke bumi Sukabumi,” kata Kang Wanju. Ia mengibaratkan Ramadhan sebagai tamu agung yang membawa banyak hadiah. Karena itu, umat Islam perlu melakukan “bersih-bersih” hati sebelum menyambutnya.

“Ramadhan bukan sekadar mengubah jadwal makan, tetapi mengubah karakter. Dari pelit menjadi dermawan, dari pemarah menjadi penyabar, dan dari yang jauh dari masjid menjadi cinta kepada rumah Allah,” ujarnya.

Kang Wanju berharap semangat Ramadhan dapat meresap hingga ke dalam pelayanan publik. Pemerintah daerah, kata dia, ingin menjadikan bulan suci sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta memastikan suasana kota tetap aman dan kondusif bagi masyarakat yang beribadah.

Tabligh akbar tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta kesiapan lahir batin masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci.

Exit mobile version