KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Kota Layak Anak sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong berbagai indikator utama, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), usia harapan hidup, hingga penguatan konsep kota layak huni.
Komitmen ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Penilaian Kota Layak Anak Tahun 2026 yang digelar di Opproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Selasa (31/3/2026) lalu. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dan dihadiri jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A), para sekretaris organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kota Sukabumi, serta perwakilan lembaga vertikal.
” Kota Layak Anak bukan sekadar program sektoral, melainkan bagian integral dari indikator pembangunan daerah yang harus dicapai secara bersama-sama,” kata Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Menurut dia, berbagai indikator seperti IPM, usia harapan hidup, hingga konsep kota layak huni merupakan satu kesatuan dalam kerangka pembangunan yang terintegrasi dan sejalan dengan kebijakan nasional.
Ayep menambahkan, keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak akan menjadi fondasi penting bagi masa depan Kota Sukabumi. Pembangunan ekosistem yang ramah anak, tidak hanya berdampak pada kesejahteraan generasi muda, tetapi juga mencerminkan kualitas tata kelola kota secara keseluruhan.
“Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat perencanaan, serta merancang program yang lebih terarah dan terukur,” ujar Ayep. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan program.
Optimalisasi sumber daya dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.
Melalui langkah ini, Pemkot Sukabumi berharap penilaian Kota Layak Anak 2026 tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
