KABARINDAH.COM, Sukabumi–Tumpukan sampah pasca Idul Fitri di sejumlah titik Kota Sukabumi belum diangkut dan viral di media sosial. Misalnya tergambar dari sampah yang menumpuk di kawasan Jalan Kenari, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi yang dilaporkan menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar pada Rabu (25/3/2026) pagi
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan oleh akun media sosial Mang Wibisana. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sampah yang semakin menggunung dan belum juga ditangani. “Masya Allah ini sampah apakah tidak akan diangkat? Makin ke sini makin menggunung. Baunya tercium ke mana-mana,” tulisnya.
Ia juga menyoroti lokasi tumpukan sampah yang berada di kawasan strategis, tepatnya di sekitar Jalan Kenari yang merupakan area dengan berbagai fasilitas publik. Di lokasi tersebut terdapat kafe Sono Space, Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Sukabumi, serta sejumlah fasilitas lainnya.
Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal sebagai area wisata dan aktivitas masyarakat, seperti Kolam Renang Rengganis, tempat olahraga Kenari Trok, kafe, hingga Sekolah Yuwati Bhakti dan Kantor Dekranasda.
Kondisi sampah yang menumpuk dinilai dapat merusak citra kawasan tersebut. “Kami mengingatkan kepada dinas yang berwenang di Pemkot Sukabumi, ini kawasan wisata. Sampahnya harus segera diangkat karena baunya sudah sangat menyengat dan busuk,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Cecep, yang mempertanyakan lambannya penanganan sampah di kawasan tersebut. ” Mau didiamkan saja ini? Padahal ini kawasan perkantoran, kafe, wisata, bahkan ada hotel. Baunya sudah seperti bau bangkai, bukan bau sampah biasa,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini juga berdampak pada kenyamanan pengunjung, terutama di kafe-kafe sekitar lokasi. Ia menyebut banyak tamu dari luar kota yang mengeluhkan bau tak sedap saat berkunjung.
“Kebayang pesan menu di kafe, seperti nasi goreng, tapi aromanya bercampur bau sampah. Ini sangat mengganggu dan bisa menurunkan minat pengunjung,” tambahnya.
Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi segera mengambil langkah cepat untuk mengangkut sampah yang menumpuk tersebut. Sebab, dampaknya tidak hanya pada kenyamanan, tetapi juga kesehatan masyarakat serta citra kawasan wisata.
