KABARINDAH.COM, Sukabumi— Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi dalam rangka Milangkala ke-112 Kota Sukabumi Tahun 2026 digelar di ruang sidang DPRD, Rabu (1/4/2026). Agenda ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekda Jabar Herman Suryatman menyampaikan, Gubernur Jawa Barat berhalangan hadir karena agenda di Jakarta. Ia menegaskan pentingnya memahami pembangunan dari tiga dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Menurut Herman, peringatan hari jadi ke-112 harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan. “Kita perlu memahami kondisi hari ini sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih baik melalui perubahan dan kolaborasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah dituntut bekerja secara totalitas dengan melibatkan seluruh elemen. “Kemajuan daerah ditentukan oleh daerah itu sendiri. Pemprov tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Herman juga mengingatkan masyarakat menanti perubahan nyata, terutama dalam penanganan kemiskinan, stunting, dan pengangguran. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan bahwa tema “harmoni dalam kolaborasi” mencerminkan semangat bersama dalam membangun kota. Ia mengapresiasi kontribusi para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan. “Estafet pembangunan kini menjadi tanggung jawab kami. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
Ayep menegaskan, visi mewujudkan Kota Sukabumi yang bercahaya hanya dapat dicapai melalui kebersamaan seluruh elemen. Tantangan global, nasional, hingga lokal, menurutnya, hanya bisa dihadapi dengan kolaborasi yang harmonis dan berorientasi pada hasil nyata.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Ayep, terus mendorong reformasi birokrasi yang berdampak melalui penguatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP). Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi fokus utama, khususnya di sektor kesehatan.
Ia menyebutkan, RSUD R. Syamsudin SH kini telah mampu menghadirkan berbagai layanan unggulan, seperti stem cell, bedah mulut, penanganan kanker, hingga rehabilitasi jantung.“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen, termasuk upaya menjalin komunikasi dengan pemangku kebijakan di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Sukabumi berkomitmen terus mendorong percepatan pembangunan agar setiap target dapat tercapai dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
