Puskesmas Tipar Sukabumi Telusuri Kontak Erat 25 Pasien TBC, Sasar 100 Orang

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Puskesmas Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, melakukan penelusuran atau tracing tuberkulosis (TBC) terhadap kontak erat pasien untuk mencegah penularan penyakit tersebut. Kegiatan ini terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Tipar, Selasa (20/10/2026).

Kepala Puskesmas Tipar, Ary Yulianti, mengatakan, penelusuran dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan 25 pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan di wilayah Kelurahan Tipar. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menargetkan 100 orang yang telah diundang untuk menjalani pemeriksaan guna mendeteksi kemungkinan penularan sejak dini.

“Hari ini kami melakukan tracing dan skrining TBC pada keluarga serta lingkungan sekitar pasien yang sedang menjalani pengobatan. Ada 25 pasien yang menjadi dasar penelusuran kontak erat ini,” ujar Ary. Menurut dia, penelusuran kontak erat menjadi langkah penting untuk menemukan kemungkinan kasus baru sekaligus memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan masyarakat.

Ary menjelaskan, dari 25 pasien yang sedang menjalani pengobatan, dua kasus di antaranya merupakan temuan baru pada Oktober 2026. Ia mengakui, kasus TBC di wilayah kerjanya mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, pada saat yang sama, terdapat pula pasien yang berhasil menyelesaikan pengobatan.” Peningkatan memang ada, tetapi pasien yang sembuh juga ada,” katanya.

Ary berharap kegiatan penelusuran kontak erat yang terintegrasi dengan CKG dapat membantu menekan angka kejadian TBC, khususnya di Kelurahan Tipar, serta mencegah peningkatan kasus di Kota Sukabumi.

Melalui skrining terhadap orang-orang yang berisiko, Puskesmas Tipar berupaya mempercepat penemuan kasus, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko penularan kepada orang lain dapat dikurangi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pencegahan TBC melalui keterlibatan keluarga dan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal atau berinteraksi dekat dengan pasien.

Exit mobile version