KABARINDAH.COM, Sukabumi – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi menggelar Seminar Edukasi Donor Darah dan Thalasemia sebagai rangkaian Puncak Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Minggu (28/6/2026). Berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya yang lebih bersifat seremonial, HDDS 2026 dikemas dengan pendekatan edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya donor darah, khususnya bagi penyandang thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
Seminar menghadirkan narasumber dr. Anggun Puspita Dewi, Sp.A dan Kepala UPD PMI Kota Sukabumi, dr. Trully Noviarti, HP, serta diikuti oleh Tamu undangan dari Pengurus PMI Kecamatan, Koordinator pendonor darah sukarela, relawan PMI, Organisasi thalasemia (POPTI), Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Sukabumi, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
“Peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun 2026 kami kemas sedikit berbeda. Bukan hanya selebrasi atau seremoni semata, tetapi juga menghadirkan edukasi dan sosialisasi melalui seminar mengenai thalasemia. Kami ingin masyarakat memahami bahwa donor darah memiliki peran yang sangat penting, khususnya bagi para penyandang thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin sepanjang hidupnya,” ujar Ramdan.
Menurutnya, donor darah tidak hanya dibutuhkan saat terjadi keadaan darurat, tetapi juga menjadi kebutuhan harian bagi ribuan pasien yang bergantung pada transfusi darah.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya datang untuk memperingati HDDS, tetapi juga pulang dengan kesadaran bahwa menjadi pendonor darah sukarela secara rutin merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap sesama. Donor darah harus menjadi budaya kemanusiaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, menegaskan bahwa donor darah merupakan gerakan kemanusiaan yang membutuhkan komitmen bersama. Menurutnya, setetes darah yang didonorkan mampu memberikan harapan hidup bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
“Donor darah adalah wujud nyata kepedulian kepada sesama. Setiap kantong darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat besar bagi pasien yang membutuhkan. Kami berharap masyarakat tidak hanya mendonor ketika ada keluarga atau kerabat yang membutuhkan, tetapi menjadikan donor darah sebagai kebiasaan dan gaya hidup kemanusiaan,” kata Suranto.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan hingga generasi muda untuk terus mendukung gerakan donor darah sukarela agar kebutuhan darah di Kota Sukabumi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Sukabumi mengapresiasi PMI Kota Sukabumi yang tidak hanya menjalankan pelayanan donor darah, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Donor darah merupakan gerakan sosial yang sangat mulia karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Darah (UPD) PMI Kota Sukabumi, dr. Trully Noviarti, HP, menjelaskan bahwa seminar ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kepada masyarakat mengenai penyakit thalasemia dan pentingnya menjaga ketersediaan stok darah.
“Pasien thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin sepanjang hidupnya. Karena itu, keberlangsungan hidup mereka sangat bergantung pada ketersediaan darah dari para pendonor sukarela. Melalui seminar ini kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap tetes darah yang didonorkan bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan harapan hidup bagi pasien yang harus menjalani transfusi secara berkala,” jelas dr. Trully.
Ia menambahkan, darah merupakan satu-satunya komponen yang hingga saat ini belum dapat diproduksi secara buatan sehingga kebutuhan darah sepenuhnya bergantung pada kepedulian masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela dan rutin.
Selain seminar edukasi, rangkaian Puncak HDDS 2026 juga dimeriahkan dengan pengundian berbagai doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebelumnya baik Donor darah sukarela 10 kali, 25 dan 50 Kali donor. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda, televisi, kulkas, rice cooker, kipas angin, blender, kompor portabel, hingga voucher belanja.
Melalui Puncak Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI Kota Sukabumi berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan investasi kemanusiaan yang mampu menyelamatkan kehidupan banyak orang.
