PMI dan IPB University Terus Perkuat Kolaborasi untuk Pengurangan Risiko Bencana

KABARINDAH.COM, BOGOR — Palang Merah Indonesia (PMI) bersama IPB University terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui pengembangan kajian berbasis teknologi Open River Cam (ORC) dan sistem peringatan dini hidrometeorologi.

Hal tersebut mengemuka dalam sebuah diskusi yang digelar di Departemen Geofisika dan Meteorologi (GFM) FMIPA IPB University, Bogor, Selasa (12/5/2026), yang dihadiri oleh perwakilan PMI Pusat, PMI Kota Sukabumi, IPB University, serta Perwakilan Palang Merah Amerika (Amcross).

Diskusi tersebut membahas rencana strategi penguatan kolaborasi ke depan, termasuk pengembangan kajian ORC sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, khususnya banjir dan bencana hidrometeorologi di wilayah Sukabumi.

Prof M Taufik yang merupakan Guru Besar pada Departemen GFM IPB University menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari perjanjian kolaborasi yang telah dibangun bersama PMI Kota Sukabumi.

“Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga penguatan kapasitas relawan, edukasi masyarakat, serta pengembangan sistem peringatan dini yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub PRB Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Dewi Ariyani, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat sejumlah agenda lanjutan akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pilot riset Open River Cam (ORC) sebagai penguatan sistem kesiapsiagaan berbasis teknologi dan masyarakat.

“Rangkaian agenda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat diantaranya survei lapangan bersama peneliti BRIN, pengadaan alat Automatic Weather Station (AWS) untuk pemantauan cuaca secara real-time, perakitan alat Early Warning System (EWS), hingga pengembangan dashboard pengamatan hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas relawan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan melalui berbagai pelatihan dan edukasi kebencanaan.

“Kegiatan peningkatan kapasitas meliputi pelatihan climate, lokakarya EWS, penyusunan buku panduan hidrometeorologi, mobilisasi masyarakat untuk edukasi banjir dan penyebarluasan informasi peringatan dini berbasis dashboard visual, penyusunan SOP aksi antisipasi di kelurahan sasaran, workshop sosialisasi, hingga simulasi Table Top Exercise (TTX),” ungkap Dewi.

Selain itu, hasil tangkapan data dari perangkat ORC nantinya akan dianalisis oleh tim IPB University sebagai bagian dari pengembangan kajian ilmiah dan penguatan sistem mitigasi berbasis data.

Dokumentasi pembelajaran dan publikasi paper ilmiah juga menjadi bagian dari agenda kolaborasi yang diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengurangan risiko bencana di berbagai daerah.

PMI dan IPB University berharap sinergi antara akademisi, lembaga kemanusiaan, relawan, masyarakat, serta stakeholder terkait dapat memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Exit mobile version