KABARINDAH.COM, TASIKMALAYA – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya menginisiasi Program Kawasan Wisata Tematik (Katasik) Ar-Rozak sejak 2024 dengan mengoptimalkan lahan kurang produktif menjadi kawasan edukasi pertanian dan ruang pemberdayaan masyarakat.
Melalui program ini, Pertamina membina Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Dalam memperkuat manfaat Program Katasik, Pertamina mengajak 16 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar belajar bersama melalui Pelatihan Pertanian Hidroponik yang diselenggarakan di Patra Bumi Katasik pada Rabu (29/7/2026).
Pada pelatihan ini, anggota KWT memperoleh pengetahuan dan keterampilan budidaya hidroponik sebagai solusi bercocok tanam yang hemat air, efisien di lahan terbatas, serta memiliki nilai ekonomi melalui budidaya selada Batavia. Pendekatan teori dan praktik tersebut berhasil meningkatkan pemahaman anggota KWT Mekar Fajar, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan budidaya selada Batavia secara mandiri, guna mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cibeureum Asep Jajapsidiq mengapresiasi pelaksanaan pelatihan hidroponik yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina atas penyelenggaraan pelatihan ini. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh anggota KWT Mekar Fajar dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Asep.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar, Fitri Nurhayati menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus menambah kepercayaan diri anggotanya untuk mulai mengembangkan budidaya hidroponik secara mandiri. “Melalui pelatihan ini kami memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat. Kini kami lebih memahami cara budidaya hidroponik, mulai dari penyemaian hingga perawatan tanaman. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan bersama oleh seluruh anggota KWT, sehingga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjadi peluang untuk menambah penghasilan,” ujar Fitri.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menghadirkan program pangan dan ekonomi berkelanjutan. “Melalui Program Katasik, Pertamina terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat keterampilan dan mengoptimalkan potensi lokal. Pelatihan hidroponik bagi KWT Mekar Fajar menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Reno.
Kegiatan pelatihan pertanian hidroponik ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan promosi pertanian berkelanjutan, poin 8 (Decent Work and Economic Growth/Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan peluang usaha mandiri bagi kelompok tani perkotaan, serta poin 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor antara perusahaan, pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (*)
