Pertamina Patra Niaga RJBB Perkuat Kolaborasi Bersama DLH DKI untuk Kelola

KABARINDAH.COM, JAKARTA— PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mendorong pengelolaan sampah secara berkelanjutan pada penyelenggaraan Jambore Nasional XII Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 13–20 Agustus ini mengambil tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Kolaborasi Pertamina dan DLH Provinsi DKI Jakarta diwujudkan melalui dukungan mesin bor tanah untuk pembuatan lubang biopori di area Jambore Nasional. Fasilitas ini mendukung pengelolaan sampah organik, meningkatkan resapan air, serta mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Upaya tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur (INGUB) Nomor 5 Tahun 2026 dan diperkuat melalui edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan kepada 24.000 peserta Jambore Nasional XII. Turut hadir perwakilan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Edukasi pengelolaan sampah diberikan melalui pemahaman kepada peserta mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, sekaligus memperkenalkan proses pengolahan dan daur ulang sampah menjadi produk bernilai guna. Peserta juga didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat DLH Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Tarigan, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Pertamina menjadi contoh pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat pengelolaan sampah, khususnya melalui pendekatan edukasi dan partisipasi masyarakat.

“Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kolaborasi dengan Pertamina dalam Jambore Nasional XII menunjukkan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan sarana pembuatan biopori maupun edukasi pemilahan dan pengolahan sampah menjadi penguatan bagi upaya kami dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat,” ujar Elisabeth.

Salah satu penerima manfaat, Pembina Saka Kalpataru Kontingen DKI Jakarta, Alvian Novambha, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pertamina atas dukungannya dalam pengelolaan sampah bersama DLH DKI Jakarta. Alvian berharap program tersebut dapat menjadi pintu dalam mencetak agen-agen pengelola lingkungan bagi generasi muda.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dalam giat pengelolaan sampah bersama DLH DKI Jakarta. Tidak hanya melalui bantuan sarana prasarana, tetapi juga melalui edukasi lingkungan bagi para peserta yang berasal dari tingkat pelajar seluruh provinsi pada Jambore Nasional XII. Semoga langkah ini menjadi pintu dalam mencetak agen-agen pengelola lingkungan bagi generasi muda,” ujar Alvian.

Di lain kesempatan, Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RJBB, Arya Yusa Dwicandra, Pertamina terus mendukung kolaborasi untuk mempercepat pembangunan nasional, termasuk melalui pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mendorong kesadaran generasi muda bahwa sampah dapat dikelola, dimanfaatkan, dan diubah menjadi sesuatu yang bernilai.

“Pertamina senantiasa mendukung segala bentuk kolaborasi yang berorientasi pada akselerasi Pembangunan nasional termasuk dalam agenda pengelolaan lingkungan, kami berupaya agar bagaimana dukungan yang diberikan dapat menjadi pemicu perubahan. Melalui kolaborasi ini,  harapannya dapat menjadi bagian dari proses yang lebih besar, yaitu membangun kesadaran mengenai pengelolaan sampah sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda bahwa sampah dapat dikelola, dimanfaatkan, bahkan diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai, tambahnya,” ujar Arya.

Melalui sinergi Pertamina dan DLH Provinsi DKI Jakarta, program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang berkelanjutan serta upaya mitigasi lingkungan. (*)

Exit mobile version