Bisnis  

Pertamina Patra Niaga RJBB Perkuat Kapasitas Bank Sampah Campaka melalui Studi Banding ke Kampung Cibunut

KABARINDAH.COM, BANDUNG — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara mengajak pengurus Bank Sampah Campaka mengikuti kegiatan studi banding ke Kelompok Swadaya Masyarakat Orang Hebat Sadar Lingkungan (KSM OH Darling) di Kampung Cibunut, Kota Bandung, pada Jumat (19/6/2026), sebagai upaya memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Campaka Kampung Iklim (CAPLIM) yang dikembangkan untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Campaka Panji Setiaji, Pendamping Kawasan Bebas Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Nurzenal, serta Karang Taruna Kelurahan Campaka. Sebanyak 30 peserta dari pengurus Bank Sampah Campaka mengikuti kegiatan studi banding tersebut.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperkuat strategi pengelolaan bank sampah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperluas manfaat ekonomi dari penerapan sistem tabungan sampah.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Campaka, Panji Setiaji menyampaikan apresiasi atas komitmen Pertamina yang secara konsisten mendampingi pengembangan bank sampah di wilayahnya.

“Kegiatan ini sangat membantu para pengurus bank sampah, terutama dalam upaya meningkatkan jumlah nasabah. Kehadiran bank sampah di 10 titik yang tersebar di 7 RW telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya mendukung penanganan sampah organik melalui Rumah Maggot yang juga mendapat dukungan dari Pertamina, keberadaan bank sampah turut membantu mengatasi permasalahan sampah anorganik di wilayah kami,” ujar Panji.

Sejak tahun 2025, Pertamina AFT Husein Sastranegara secara aktif melakukan pendampingan terhadap Bank Sampah Campaka yang tersebar di tujuh RW di Kelurahan Campaka. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengelola sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan sistem tabungan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Hingga saat ini, kelompok bank sampah binaan berhasil menyerap dan memilah rata-rata 500 kilogram sampah anorganik setiap bulan. Program ini juga telah menjangkau 151 nasabah aktif yang tersebar di 10 titik bank sampah di Kelurahan Campaka per Juni 2026. Sampah yang terkumpul kemudian dikonversi menjadi tabungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga iuran lingkungan. Bahkan, beberapa nasabah mampu memperoleh tabungan hingga Rp600.000 per bulan dari hasil pengelolaan sampah bernilai ekonomis.

Melalui kegiatan studi banding ke KSM OH Darling di Kampung Cibunut, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari strategi pengelolaan bank sampah, penguatan kelembagaan, serta metode edukasi masyarakat. Berbagai praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat pengelolaan Bank Sampah Campaka.

Ketua Bank Sampah Campaka, Endis Distomi menyampaikan bahwa studi banding ini memberikan banyak inspirasi bagi pengembangan Bank Sampah Campaka ke depan agar kehadirannya semakin terasa oleh masyarakat di Kelurahan.

“Dengan adanya kegiatan ini, banyak hal yang bisa kami adaptasi di Campaka, terutama dalam mengajak warga menjadi nasabah dan menjadikan bank sampah sebagai gerakan bersama. Kegiatan ini menjadi motivasi baru bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujar Endis.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RJBB PT Pertamina Patra Niaga Dila Amanda Kenniza menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri dalam pengelolaan lingkungan.

“Melalui studi banding ini, kami berharap pengurus Bank Sampah Campaka memperoleh inspirasi dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan di wilayahnya. Penguatan kapasitas masyarakat merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi sirkular yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dila.

Kegiatan ini mendukung beberapa pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)

Exit mobile version