KABARINDAH.COM, KARAWANG –Kawasan pesisir dapat memberikan ancaman bagi masyarakat di sekitarnya, mulai dari banjir dan abrasi pantai, kerusakan bangunan akibat air laut, hingga dampak perubahan iklim dalam jangka panjang. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kawasan pesisir, salah satunya ,melalui penanaman mangrove yang dapat membantu mengurangi risiko abrasi sekaligus menjaga lingkungan pesisir.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek memperkuat Program Sedari Kang Hari melalui penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Sedari, Kabupaten Karawang pada Kamis (3/9/2026).
Penanaman ini dilakukan bersama dengan Perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, Kepala Desa Sedari, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sedari, Orang Tua Asuh Pohon (OTAP) Mangrove Sedari, serta perwakilan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hayat bersama orang tua dan Komite Sekolah.
Sebanyak 3.000 bibit mangrove yang ditanam merupakan donasi dari orang tua murid, Komite Sekolah MI Al Hayat, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sedari. Penanaman ini merupakan bagian dari Program Sedari Kang Hari, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan untuk menjaga kawasan pesisir sekaligus melibatkan masyarakat dalam pelestarian mangrove. Sejak 2023 hingga 2026, lebih dari 20.000 bibit mangrove telah ditanam dan membentuk kawasan mangrove seluas sekitar 12,5 hektare di Desa Sedari.
Fuel Terminal (FT) Manager Cikampek, Ari Yunanto menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove di Desa Sedari menjadi salah satu langkah untuk menjaga kawasan pesisir sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
“Penanaman mangrove tidak hanya membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi, tetapi juga mendukung keberadaan berbagai jenis biota laut yang hidup di dalamnya. Karena itu, penanaman perlu diikuti dengan perawatan agar mangrove dapat tumbuh dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ari.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi 60 perwakilan siswa MI Al Hayat (Sekolah Patra Bahari) untuk terlibat langsung dalam penanaman mangrove. Bersama orang tua murid, Komite Sekolah, dan pihak lainnya, para siswa turut menanam bibit mangrove sekaligus belajar mengenal pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir sejak dini.
Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa mengapresiasi dukungan Pertamina dalam menjaga kawasan pesisir Desa Sedari.“Kami berterima kasih kepada Pertamina yang telah mendukung kegiatan penanaman mangrove di Desa Sedari. Masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan ini, sehingga kami berharap mangrove yang sudah ditanam dapat terus dirawat dan dijaga bersama,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RJBB, Reno Fri Daryanto menyatakan kolaborasi dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. <span;>“Menjaga lingkungan merupakan upaya yang perlu dilakukan bersama dan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang sudah terjalin, kami berharap kawasan mangrove di Desa Sedari dapat terus dijaga dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Kegiatan penanaman dan perawatan mangrove ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 14 tentang Ekosistem Lautan. (*)
