KABARINDAH.COM, JAKARTA–PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana perusahaan dan masyarakat di wilayah binaan, sekaligus mendukung ketahanan daerah melalui kolaborasi lintas sektor di Ruang Rapat Kantor BPBD Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa (27/7/2026).
Kerjasama ini memperkuat upaya penanggulangan bencana yang terintegrasi dengan Program Kampung Biru Pertamina, yang diinisiasi sejak September 2024 untuk memberdayakan masyarakat rentan di bantaran Sungai Ciliwung.
Program ini berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap risiko banjir melalui mitigasi bencana, pemasangan Early Warning System (EWS), pengelolaan lingkungan, serta pendampingan pertanian perkotaan. Kolaborasi tersebut mencakup tahapan pra bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana, disertai edukasi mitigasi risiko sebagai wujud komitmen Pertamina dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana.
Sebagai perusahaan energi yang beroperasi di kawasan strategis, Pertamina meyakini bahwa keberlanjutan operasional perusahaan tidak terlepas dari ketangguhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program TJSL Pertamina yang meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dalam menghadapi risiko bencana banjir.
Aviation Fuel Terminal Manager Halim Perdanakusuma, Irine Yuliana, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana, Pertamina menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kapasitas tanggap bencana perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah binaan melalui program TJSL.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa aspek tanggap kebencanaan menjadi bagian integral dari budaya perusahaan. Selain itu, kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya dalam memperkuat kapasitas dan kapabilitas masyarakat di lokasi binaan TJSL,”ujar Irine.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebencanaan di wilayah perkotaan. “Keterlibatan dunia usaha seperti Pertamina sangat krusial dan menjadi kolaborasi yang strategis dalam membangun resiliensi bersama, terutama di kawasan yang rentan terhadap bencana,”ungkap Marulitua.
Di lain kesempatan, Area Manager Communication, Relations. & CSR Pertamina Patra Niaga RJBB, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan wilayah operasi dan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
“Pertamina berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan dan keselamatan. Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah, demi terciptanya wilayah operasi dan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana,”ujar Reno.
Program ini selaras mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) khususnya pada poin. 11 menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan melalui peningkatan resiliensi masyarakat pada aspek kebencanaan. (*)
