KABARINDAH.COM, CIREBON – Berawal dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Leni Suswati menemukan cara untuk menghubungkan upaya konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui Walatra Coffee yang dikembangkan bersama Koperasi Buana Walatra Sejahtera, ia ingin menunjukkan bahwa secangkir kopi tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita tentang petani, alam, dan harapan untuk tumbuh bersama.
Perjalanan tersebut bermula pada 2021 ketika Leni terlibat dalam kegiatan konservasi pohon langka saninten melalui program keanekaragaman hayati (Kehati) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara, Bandung. Setahun kemudian, pada 2022, gagasan tersebut berkembang menjadi Walatra Coffee yang mengangkat potensi kopi lokal Bandung melalui pendekatan agroforestri, yakni memadukan budidaya kopi dengan upaya menjaga kelestarian pohon dan lingkungan.
“Bagi kami, kopi bukan sekadar produk, tetapi juga cerita tentang alam, petani, dan bagaimana semuanya bisa tumbuh bersama,” ujar Leni. Dalam mengembangkan usahanya, ia mendapatkan dukungan Pertamina Patra Niaga Regional JBB melalui pendampingan, pelatihan, pengembangan kapasitas, serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi.
Dukungan tersebut membantunya memahami pentingnya menjaga kualitas produk, memperhatikan legalitas dan kemasan, mengembangkan pemasaran digital, serta mengelola usaha secara lebih profesional agar Walatra Coffee dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Pada tahun 2023, untuk pertama kalinya Walatra Coffee berkenalan dengan Pertamina SMEXPO, salah satu program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus sebagai platform pembinaan hilir bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mitra bibaan Pertamina Grup.
Sejak itu, Walatra Coffee terus bertumbuh bersama pembinaan UMKM Pertamina Grup, mulai dari program pelatihan Pertamina UMK Academy, Sertifikasi, Temu Bisnis dan berbagai program lainnya. Hadir pada Pertamina SMEXPO Cirebon 2026 yang diselenggarakan selama tiga hari (23-25 oktober 2026) di Cirebon Super Block Mall ini adalah kali kesekian Walatra Coffee berpartisipasi pada program Pertamina SMEXPO.
Bersama puluhan UMKM mitra program TJSL Pertamina Grup, Walatra Coffee berharap untuk dapat membuka peluang baru dan memperkenalkan brand serta produk kopi nya ke masyarakat dan pasar yang lebih luas. “Kami senang mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan Walatra Coffee kepada masyarakat yang lebih luas melalui Pertamina SMEXPO. Harapannya, semakin banyak orang mengenal kopi lokal Bandung dan cerita di baliknya. Kami juga ingin terus mengembangkan usaha, memperluas kemitraan dengan petani, dan membuka peluang agar produk kami bisa menjangkau pasar nasional hingga internasional,” ungkap Leni.
Di tengah upaya memperluas pasar, Walatra Coffee tetap menjaga komitmen terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mengalokasikan 5% keuntungan untuk kegiatan lingkungan serta mengembangkan produk berbasis zero waste melalui pemanfaatan kulit kopi agar memiliki nilai tambah.
Bagi Leni, pertumbuhan usaha tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi petani dan lingkungan. Meski menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas, ketersediaan bahan baku, dan meningkatkan kapasitas produksi, ia terus berupaya mengembangkan usaha melalui inovasi dan kolaborasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa Pertamina SMEXPO menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memberikan ruang bagi UMKM binaan dalam memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan pasar. “Melalui Pertamina SMEXPO Cirebon 2026, kami ingin memberikan kesempatan kepada UMKM binaan untuk memperkenalkan produk unggulannya secara langsung kepada masyarakat, membangun jejaring, dan melihat peluang pengembangan usaha. Kami berharap kesempatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi pelaku UMKM untuk terus bertumbuh dan meningkatkan daya saing produknya,” ujar Reno.
Menurut Reno, dukungan terhadap UMKM tidak hanya terkait pembekalan usaha, penguatan kapasitas, namun juga pendampingan yg komprehensif, promosi, publikasi dan kesempatan untuk memperluas pasar serta jejaring bisnis agar usaha lokal tumbuh jadi usaha yang tangguh, kreatif, mandiri dan berdaya saing. “Perjalanan Walatra Coffee menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat tumbuh dari kepedulian terhadap lingkungan dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu mengembangkan potensi lokal, menciptakan nilai tambah, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” imbuhnya.
