KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi meminta seluruh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) segera melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan standar kelayakan operasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan penguatan komitmen bersama para Kepala SPPG se-Kota Sukabumi di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Kamis (10/9/2026).
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, kelengkapan administrasi menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman, berkualitas, dan mampu memenuhi harapan siswa sebagai penerima manfaat. Menurut dia, program MBG merupakan program strategis nasional sehingga pelaksanaannya harus mendapat dukungan dan pengawasan bersama.
“Ini merupakan program strategis nasional, harus menjadi komitmen kita bersama. Perbaikan harus terus dilakukan, misalnya memvariasikan menu. Paling tidak Kota Sukabumi dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar Bobby.
Ketua Satgas PPPMBG Kota Sukabumi Taufik Hidayah mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat sejumlah SPPG yang belum melengkapi dokumen penting terkait kelayakan bangunan dan operasional. Dari sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah mencapai sekitar 96 persen.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Hingga saat ini, kepemilikan kedua dokumen tersebut disebut masih berada di bawah 5 persen.
“Yang SLHS itu sudah 96 persen sudah memiliki. Tapi justru yang PBG dan SLF malah di bawah 5 persen,” kata Taufik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Sukabumi karena sebagian besar SPPG telah menjalankan operasional MBG selama sekitar satu setengah tahun. Pemkot kini mendorong percepatan pemenuhan dokumen tersebut dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Kesehatan.
“Kita datangkan PUTR sama DPMPTSP untuk segera mereka berkoordinasi. SPPG mengajukan dan dibantu prosesnya dengan cepat oleh DPMPTSP sama PUTR,” ujar Taufik.
Taufik menjelaskan, salah satu persoalan yang ditemukan adalah sebagian SPPG dibangun dan mulai beroperasi terlebih dahulu karena kebutuhan pelaksanaan program, sementara sejumlah persyaratan administrasi belum seluruhnya dipenuhi.
“Karena mereka harus segera running dulu. SPPG dibangun dulu, belum melengkapi perizinan,” ujarnya. Selain itu, masih adanya dokumen yang belum lengkap juga berkaitan dengan pemahaman pengelola mengenai persyaratan yang harus dipenuhi.
Karena itu, sosialisasi dilakukan agar para pengelola SPPG mengetahui secara lebih jelas dokumen dan standar yang diperlukan. Setelah memahami persyaratan, pengelola diharapkan segera mengajukan kelengkapan administrasi untuk diproses oleh pemerintah daerah.
Bobby menegaskan, peningkatan kualitas MBG tidak cukup hanya dengan memastikan makanan sampai kepada siswa. Aspek keamanan pangan, higiene sanitasi, kelayakan bangunan, sertifikasi halal, hingga pengelolaan lingkungan juga harus menjadi perhatian.
”Kita harus membangun persepsi publik dan bagaimana kita dapat mengakomodir harapan siswa. Maka kita harus meminimalisasi potensi kendala. Kita mesti clear di lapangan,” kata Bobby. Ia meminta seluruh SPPG segera memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan.
Pemkot, kata Bobby, siap mendukung proses pemenuhan persyaratan tersebut melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
<span;>Selain kelengkapan administrasi, pengelola SPPG juga diminta menghadirkan menu yang lebih bervariasi, bersih, dan berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin menyampaikan mohon untuk segera dilengkapi apa-apa saja yang belum lengkap. Kemudian, komitmen untuk menghadirkan yang terbaik untuk MBG, menu-menu yang variatif,” ujarnya.
Bobby berharap perbaikan tersebut dapat mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan MBG sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
“Program ini punya tujuan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak murid, siswa-siswi di Kota Sukabumi. Kita dukung dengan kelengkapan administrasinya dan komitmen untuk menghadirkan menu-menu yang bersih dan terbaik,” kata Bobby.
