Kabar  

Motif Batik Perlu Dibukukan Supaya Warisan Budaya Tak Hilang Ditelan Zaman

KABARINDAH.COM, Bandung — Kepala Dinas DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti menghadirkan dua kebaya istimewa yang sarat nilai sejarah dalam pameran Kain & Kebaya IBU #3.

Pameran tersebut diselenggarakan Program Studi Kriya Tekstil & Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung bekerja sama dengan Yayasan Batik Jawa Barat dan Pusat Studi Wastra Nusantara pada Rabu (20/05/2026).

Dalam sambutannya, Siska mengungkapkan bahwa dua kebaya yang ditampilkan bukan sekadar busana, melainkan memiliki cerita dan makna tersendiri.

Salah satunya merupakan kebaya yang pernah dikenakannya saat bertugas sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ibu tahun 2025.

Sementara kebaya lainnya merupakan milik Nyi Hyang, putri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurut Siska, meskipun Nyi Hyang memiliki banyak koleksi kebaya, busana yang dipamerkan kali ini dipilih karena memiliki nilai historis yang kuat.

Kebaya tersebut pernah dikenakan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun 2025.

Kebaya berwarna putih dengan ornamen Garuda merah itu dinilai menyimpan jejak sejarah yang penting. “Itu kebaya yang bersejarah,” ujar Siska.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menghadirkan pameran bertema kebaya dan wastra Nusantara tersebut.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Siska menilai kekayaan motif batik yang dimiliki Indonesia perlu didokumentasikan secara lebih sistematis. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah membukukan beragam motif batik agar dapat dipelajari serta dikenal oleh generasi mendatang.

“Bagusnya motif-motif batik itu dibukukan supaya generasi masa depan bisa membaca dan mengetahuinya,” katanya.

Lebih lanjut, Siska menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Sebagai gantinya, mereka diarahkan untuk lebih sering mengikuti aktivitas yang melatih kesabaran, ketelitian, dan ketekunan.

Menurutnya, membatik menjadi salah satu kegiatan yang sejalan dengan tujuan tersebut.

Selain melatih kreativitas, aktivitas membatik juga dinilai mampu menumbuhkan ketelatenan sekaligus memperkuat kedekatan generasi muda dengan budaya lokal.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan modul pembelajaran untuk mendukung gagasan tersebut.

Langkah itu diharapkan menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan tradisi batik tulis agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Exit mobile version