Memaknai Kesabaran Secara Baik, Mendulang Optimasi Dunia-Akhirat

  • Bagikan

KABARINDAH.COM – Kesabaran ialah proses aktif dalam menghadapi masalah yang membelit kehidupan kita. Setiap potensi diri menjadi aktif tatkala kita mampu bersabar. Aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik kita menjadi berfungsi bersama-sama hingga akhirnya masalah dapat dikalahkan. Inilah yang disebut optimasi dunia-akhirat.

Tak heran, apabila Allah menjanjikan surga bagi orang yang mampu bersabar dengan penderitaan tatkala masalah mengimpitnya.

Makna kesabaran, tidak hanya berarti pasrah sumerah pada keadaan saja. Akan tetapi, lebih dari itu, yakni menghidupkan semangat untuk keluar dari keadaan yang menyusahkannya.

Yakin atas kemampuan diri untuk keluar dari ragam musibah juga, merupakan tonggak penting untuk melahirkan kesabaran aktif. Selain dirinya yakin atas pertolongan Allah, tidak serta berpangku tangan menon-aktifkan diri dari segala upaya.

Allah Swt. berfirman, “……maka perkokohlah (berteguh hati) dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu memperoleh kemenangan” (QS. Al-Anfal [8]: 45).

Semoga kita tergolong orang-orang yang sabar, sebab Allah berserta orang-orang yang sabar ketika dirinya berada diambang penderitaan.

Terma Al-shabru, ialah kerangka ketabahan jiwa yang menyertakan optimalisasi perbuatan aktif, sehingga terjadi perubahan di dalam kehidupan. Orang yang selalu sabar ketika musibah menerpa kehidupannya, dijanjikan oleh Allah surga kepadanya.

Allah Swt., berfirman, “(yaitu) Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum” (Keselamatan atas kalian sebagai balasan atas kesabaran kalian). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 23-24).

  • Bagikan