Macan Tutul Jawa Kembali Terekam di TNGGP, Jadi Sinyal Habitat Satwa Langka Masih Terjaga

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Keberadaan Macan Tutul Jawa kembali terekam kamera jebak (camera trap) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Kemunculan satwa endemik Pulau Jawa yang berstatus dilindungi itu menjadi indikasi bahwa habitat alaminya di kawasan konservasi tersebut masih tetap terjaga.

Momen langka tersebut diunggah Balai Besar TNGGP melalui akun media sosial Instagram @bbtn_gn_gedeprangrango pada Selasa (28/7/2026). Dalam unggahan itu, terlihat seekor macan tutul jawa melintas santai di depan kamera jebak yang dipasang untuk memantau aktivitas satwa liar di dalam kawasan hutan.

Unggahan tersebut dikemas dengan gaya ringan melalui keterangan, “Camera trap: ‘Senyum dong, lagi direkam.’ Macan tutul jawa: ‘Maaf, saya bukan influencer. Saya cuma lewat.'” Disertai pula pantun yang mengajak masyarakat menjaga habitat satwa tersebut.

Balai Besar TNGGP menegaskan, keberadaan macan tutul jawa merupakan bagian penting dari keseimbangan ekosistem hutan. Sebagai predator puncak, satwa ini memiliki peran dalam menjaga populasi satwa mangsa sehingga rantai makanan tetap berlangsung secara alami.

Melalui unggahan itu, pengelola kawasan juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan sebagai rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk macan tutul jawa. Ajakan tersebut dituangkan dalam pesan singkat, “Yuk, kita jaga terus rumahnya.”

Keberhasilan camera trap merekam aktivitas macan tutul jawa sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango masih menjadi habitat penting bagi satwa langka tersebut. Upaya konservasi dan perlindungan kawasan dinilai menjadi kunci agar keberadaan macan tutul jawa tetap lestari di alam liar.

Exit mobile version