KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Salah satu upayanya dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Inovasi Daerah untuk Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan kecamatan, kelurahan, dan satuan pendidikan se-Kota Sukabumi sebagai penanggung jawab (PIC) inovasi daerah. Bimtek difokuskan pada penguatan kemampuan peserta dalam menyusun, melengkapi, serta menginput data inovasi sesuai indikator penilaian IGA 2026 yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M Hasan Asari, mengatakan inovasi tidak berhenti pada lahirnya gagasan baru, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat serta didukung dokumentasi yang baik. “Inovasi bukan hanya tentang menciptakan ide baru, tetapi juga memastikan setiap inovasi terdokumentasi, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hasan.
Menurutnya, kualitas dokumentasi menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian IGA. Karena itu, seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga satuan pendidikan perlu memahami mekanisme penyusunan dan pelaporan inovasi agar setiap terobosan yang telah dilakukan dapat dinilai secara optimal.
Melalui kegiatan ini, Bappeda berharap kapasitas para pengelola inovasi semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan inovasi yang berkualitas, terdokumentasi dengan baik, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik maupun pembangunan daerah.
Penguatan kapasitas tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan persiapan yang matang, Kota Sukabumi menargetkan mampu meraih hasil terbaik pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 sekaligus memperkuat daya saing daerah melalui berbagai inovasi yang berkelanjutan.
