KABARINDAH.COM, Malang — Dua minggu pascaluncuran program edukasi ketahanan pangan, penanaman di SDN 2 Pait, Kasembon, Kabupaten Malang, kini mulai menunjukkan hasil yang positif.
Tanaman sayur cabai dan terong yang ditanam bersama siswa kelas 4 pada 15 hari lalu oleh Kelompok 22 KKN-MAs kini telah tumbuh subur dan mulai mengeluarkan tunas-tunas daun baru.
Berdasarkan hasil pemantauan rutin di lokasi, bibit cabai dan terong yang awalnya masih berukuran kecil, saat ini sudah memperlihatkan helai daun hijau segar yang makin lebat dan bertambah tinggi.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari konsistensi para siswa kelas 4, pihak sekolah, dan pendampingan dari tim mahasiswa di bawah arahan Sofa Amalia selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Program ini berjalan sukses berkat kolaborasi lintas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) dari seluruh anggota tim KKN-MAs Kelompok 22 yang terdiri dari Muhamad Salman Dwi Satrio (Universitas Muhammadiyah Bandung), Diva Aulia Citra Pitaloka (Universitas Muhammadiyah Malang), dan Aisah Nasahah (Universitas Muhammadiyah Gombong).
Kemudian Rizka Audia Brilian (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Anisah Tsabitah Febriani (Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan), Nabila Cahya Malika (Universitas Muhammadiyah Bone), dan Suci Salsabila Muis (Universitas Muhammadiyah Makassar).
Lalu Muchammad Ramdam Affandi (Universitas Muhammadiyah Surabaya), Aulia Nisa Karima (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Revalizah (Universitas Muhammadiyah Bone), Andi Ananda Dwy Marsya (Universitas Muhammadiyah Bone), dan Bilqis Akmalia Rizqi (Politeknik Aisyiyah Pontianak).
Pihak sekolah menyambut positif perkembangan signifikan dari kegiatan ini.
Pembelajaran praktik langsung terbukti efektif meningkatkan kepedulian para siswa terhadap lingkungan sejak dini.
”Alhamdulillah, tanaman anak-anak sudah mulai tumbuh subur. Anak-anak jadi sangat antusias merawat tanaman mereka setiap hari. Mereka juga jadi lebih paham pentingnya menanam serta tahu apa saja kebutuhan tanaman agar bisa tumbuh dengan baik,” ujar Pak Aminudin Prastowo, salah satu guru di SDN 2 Pait, pada Rabu (19/08/2026).
Untuk menjaga keberlanjutan program ini, pihak SDN 2 Pait juga telah menerapkan sistem perawatan terstruktur khusus untuk kelas 4.
Pihak sekolah membuatkan jadwal piket bagi para siswa untuk menyiram tanaman secara rutin.
Program edukasi dan penanaman ini digagas sebagai bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa KKN-MAs untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya kemandirian pangan sejak dini.
Pemilihan komoditas cabai dan terong dinilai sangat relevan karena merupakan tanaman pangan harian yang dekat dengan kebutuhan dapur masyarakat.
Dengan perkembangan tanaman yang makin menguat di usia dua minggu ini, pihak sekolah dan tim KKN optimistis tanaman sayur ini dapat terus dirawat oleh siswa kelas 4 hingga masa panen tiba serta menjadi inspirasi pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan Desa Pait.***(Andi)
