Jelang Tol Bocimi Seksi 3 Beroperasi, Pemkot Gencarkan Sukabumi City Tour Kenalkan Wisata hingga Kuliner Lokal

KABARINDAH.COM, Sukabumi– Pemkot Sukabumi terus menggencarkan promosi sektor pariwisata melalui kegiatan Sukabumi City Tour yang digagas Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi. Kegiatan yang dilepas dari ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Sabtu (16/5/2026), tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai daerah.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana mengatakan, program Sukabumi City Tour menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkenalkan potensi wisata, sejarah, budaya, hingga kuliner khas daerah kepada masyarakat luas. Program tersebut juga menjadi strategi pengembangan sektor pariwisata menjelang dibukanya akses jalan tol menuju Sukabumi yang diproyeksikan akan meningkatkan mobilitas wisatawan ke wilayah Sukabumi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan identitas Kota Sukabumi sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan kuliner yang layak menjadi destinasi wisata,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkot Sukabumi telah melaksanakan program Sukabumi Walking Tour yang mengajak peserta berkeliling kota sambil mengenal bangunan heritage, sejarah kota, hingga kuliner khas Sukabumi.

Sukabumi City Tour disebut menjadi putaran kedua dari program promosi pariwisata tersebut dengan cakupan perjalanan yang lebih luas.
<span;>Bobby juga mengapresiasi kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk penyediaan armada wisata bagi para peserta city tour.

Menurut dia, Kota Sukabumi memiliki beragam potensi wisata yang dapat terus dikembangkan, mulai dari wisata sejarah, budaya, toleransi, hingga wisata kuliner khas daerah. Ia menambahkan, Kota Sukabumi dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.

Hal itu terlihat dari keberagaman tempat ibadah dan bangunan heritage yang berdiri berdampingan sebagai simbol keharmonisan masyarakat. Selain itu, Balai Kota Sukabumi yang menjadi lokasi kegiatan juga dinilai memiliki nilai sejarah tinggi karena merupakan bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang masih mempertahankan arsitektur khas Sunda.

Exit mobile version