KABARINDAH.COM, Sukabumi–Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, akhirnya buka suara terkait kerusakan rumput lapangan Stadion Suryakencana usai gelaran konser musik pada Ahad (19/4/2026) lalu. Melalui kolom komentar pada akun Instagram @indomusikgram yang mengunggah kondisi terkini stadion, Bobby menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
” Mohon maaf sebelumnya, saya wakil wali Kota Sukabumi memang lahan yang representatif untuk event besar di Kota Sukabumi terbatas hanya ada 2,” ujar Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dalam kolom komentar di akun instagram dengan pengikut sekitar 3,3 juta tersebut.
Saat ini hanya terdapat dua opsi lokasi untuk kegiatan besar, yakni Lapang Merdeka dan Stadion Suryakencana. Namun, Lapang Merdeka dinilai tidak lagi ideal karena berada di pusat kota, bersifat terbuka, serta menyulitkan pengaturan aksesibilitas dan pengendalian keramaian.
Selain itu, sistem ticketing pun sulit diterapkan di lokasi tersebut. “Karena itu, pilihan yang tersedia hanya Stadion Suryakencana, meskipun kami menyadari kondisinya belum optimal,” ujar Bobby.
Ia menuturkan sejak tahun lalu Pemerintah Kota Sukabumi telah mengajukan peningkatan kualitas Stadion Suryakencana agar memenuhi standar nasional hingga standar FIFA. Upaya tersebut bahkan diperkuat dengan studi banding ke Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor dan Stadion Maguwoharjo di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Namun, rencana peningkatan tersebut belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran. Bobby menyebut, efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor tertundanya pembangunan fisik stadion pada tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami sudah kembali mengajukan audiensi ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, sekaligus meminta rekomendasi dan pendampingan dari Kementerian PUPR. Insya Allah, kami juga telah mendapat jadwal pertemuan dengan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat,” jelasnya.
Terkait kondisi lapangan yang rusak, Bobby menuturkan, hujan deras yang terjadi saat konser berlangsung hingga malam hari turut memperparah kondisi tanah menjadi becek dan berlumpur. Meski demikian, pihak Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata telah melakukan pembersihan pasca acara. Ia menegaskan bahwa saat ini pemerintah kota hanya mampu melakukan pemeliharaan rutin, mengingat keterbatasan anggaran untuk renovasi besar.
Di sisi lain, Bobby juga menyoroti pentingnya keberadaan event musik sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah melalui pajak tiket dan sewa lahan.
“Event adalah salah satu penggerak ekonomi di Kota Sukabumi yang notabene merupakan kota perdagangan dan jasa. Masyarakat butuh hiburan, dan pemerintah juga membutuhkan pemasukan daerah,” ujar Bobby. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Sukabumi telah merencanakan pembangunan lapangan terbuka baru yang dikhususkan untuk kegiatan ekonomi kreatif, termasuk konser musik.
Proyek tersebut diketahui telah masuk dalam perencanaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sejak tahun lalu dan ditargetkan dapat difungsikan tahun ini. Selain itu, Bobby juga menyebut alternatif lokasi lain seperti Lapangan Setukpa Lemdiklat Polri dan Lapangan Kodim 0607. Namun, penggunaannya terbatas dan tidak selalu tersedia untuk umum.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti persoalan sampah yang kerap muncul dalam setiap event besar. Bahkan, produksi sampah di Lapang Merdeka disebut bisa mencapai puluhan ton, sehingga menjadi alasan utama tidak diberikannya izin lagi untuk kegiatan berskala besar di lokasi tersebut.
“Kami sudah mengimbau penonton untuk membawa kantong sampah sendiri, namun kembali lagi, ini soal kesadaran masing-masing,” kata Bobby. Berharap masyarakat dapat memberikan dukungan agar rencana peningkatan Stadion Suryakencana dan pembangunan lapangan baru dapat segera terealisasi.
