KABARINDAH.COM, Sukabumi—Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan melalui Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Sosial Kota Sukabumi Tahun 2026. Forum yang mengusung tema “Transformasi Ekonomi melalui Penguatan SDM, Ekonomi Kreatif, dan Layanan Publik Digital” ini digelar di Ruang Pertemuan Yong Chun, Komplek Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, perwakilan Bappeda, DPRD Kota Sukabumi, para kepala perangkat daerah terkait, camat dan lurah, perwakilan Bank BJB, serta para mitra sosial.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program dan kegiatan lintas perangkat daerah, khususnya dalam penyusunan perencanaan pembangunan sosial Tahun 2026 agar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menekankan bahwa anggaran merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan, pada anggaran murni tahun berjalan terdapat pengurangan transfer dari pemerintah pusat sekitar 20 persen.
Kondisi tersebut menuntut Pemerintah Kota Sukabumi untuk lebih mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Sebagai kota jasa dan perdagangan, Sukabumi memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan dan dikonversi menjadi PAD untuk mendukung pembangunan,” ujar Bobby.
Ia juga menyampaikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi berada di atas rata-rata nasional. Oleh karena itu, pada Tahun 2026 diperlukan kerja keras serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai target pembangunan.
Pemerintah daerah, kata dia, dituntut lebih mandiri melalui efisiensi anggaran, sejalan dengan arahan Presiden agar daerah tidak bergantung pada pemerintah pusat maupun provinsi.
Selain itu, Pemkot Sukabumi mendukung program strategis nasional seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah juga memfokuskan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dan infrastruktur, termasuk penambahan 400 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), yang terdiri dari 200 unit oleh pemerintah kota dan 200 unit oleh pemerintah provinsi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Een Rukminjpi menegaskan bahwa sejumlah program unggulan Dinsos akan terus dilanjutkan karena mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya program Berbagi Berkah 12 PAS yang dinilai mampu menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah warga.
“Program ini akan terus berjalan selama wali kota memimpin karena respon masyarakat sangat baik. Pemerintah hadir sesuai tupoksi, menjangkau disabilitas, lansia terlantar, hingga gelandangan,” ujarnya.
Een menjelaskan, dalam pelaksanaan 12 PAS, setiap kelurahan memiliki banyak warga pada desil 1. Oleh karena itu, dilakukan penyisiran dengan menetapkan lima penerima per kelurahan secara bergiliran agar manfaatnya merata.
Selain itu, Dinsos juga mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pengembangan potensi seni dan kreativitas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi disabilitas. Program kepedulian lansia pun terus diperkuat melalui gagasan satu ASN satu lansia, serta keterlibatan perusahaan untuk mengampu sejumlah lansia.
“Ini akan kami coba sebagai bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap lansia di Kota Sukabumi,” kata Een. Melalui FPD ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap perencanaan pembangunan sosial 2026 semakin terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
