KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026). Forum ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda menerangkan, Musrenbang bukan sekadar agenda administratif tahunan. Menurut dia, forum ini merupakan momentum penting untuk memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam sistem perencanaan sejak tahap awal.
“Bagi kami di DPRD, ini adalah momentum krusial agar suara rakyat benar-benar terakomodasi dalam kebijakan pembangunan,” ujar Kang Wanju sapaan akrab Ketua DPRD Kota Sukabumi. Ia menekankan, perencanaan yang efektif harus mampu memotret kondisi riil di lapangan sekaligus menjawab kebutuhan mendasar warga.
Terlebih, memasuki tahun perencanaan 2027, Kota Sukabumi dihadapkan pada dinamika tantangan ekonomi dan sosial yang kian kompleks. Dalam forum tersebut, DPRD menyoroti sejumlah prioritas pembangunan yang perlu mendapat perhatian serius. Pertama, penguatan ekonomi lokal, khususnya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih berdaya saing di tengah arus digitalisasi.
Kedua, peningkatan kualitas infrastruktur guna menjaga konektivitas antarwilayah tetap optimal. Hal ini dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Selanjutnya, sektor kesejahteraan sosial dan pendidikan juga menjadi fokus utama. Akses layanan kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan dipandang sebagai fondasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Kota Sukabumi.
Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya menekan angka pengangguran melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, sehingga mampu membuka lebih banyak lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda.
Kang Wanju menegaskan, DPRD akan mengawal setiap usulan yang muncul dalam Musrenbang agar selaras dengan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dari pemerintah (top-down) dan aspirasi masyarakat (bottom-up).
“Pembangunan yang berhasil bukan diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok,” kata Kamg Wanju.
Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah, DPRD juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat. Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak.
Kang Wanju mengapresiasi langkah Wali Kota Sukabumi yang terus mendorong peningkatan PAD sebagai kunci kemandirian daerah. Menurutnya, kondisi fiskal yang terbatas justru harus menjadi pemicu untuk berinovasi dalam mencari sumber pendapatan baru.
“Situasi ini harus kita sikapi dengan optimisme. Tantangan fiskal bukan hambatan, tetapi peluang untuk memperkuat kemandirian daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut Wawan mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk memberikan masukan yang konstruktif, objektif, dan inovatif demi kemajuan Kota Sukabumi. Ia berharap, Musrenbang RKPD 2027 mampu melahirkan kesepakatan strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat serta menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Kota Sukabumi ke depan.
