KABARINDAH.COM–Di sebuah sudut Sukabumi, di antara rutinitas sekolah dan keseharian remaja pada umumnya, Fadli Maula Alghifari menenun mimpinya pelan-pelan melalui layar, imajinasi, dan ketekunan yang tak banyak terlihat orang.
Remaja kelahiran 6 April 2009 itu mungkin baru berusia 16 tahun. Namun, dari balik kanal YouTube bertajuk “Capruk Si Hiu”, Fadli telah membuktikan satu hal sederhana: kreativitas tidak menunggu usia.
Perjalanannya dimulai pada 2022. Saat banyak seusianya masih sebatas menikmati konten digital, Fadli justru memilih menjadi pencipta. Berbekal ketertarikan pada animasi dan dunia gim, ia menjadikan Roblox sebagai medium awal berkarya.
Dari sana, lahirlah video-video animasi kartun dengan gaya sederhana, namun jujur, segar, dan penuh imajinasi.
Perlahan, karyanya menemukan penonton. Hingga kini, kanal YouTube yang ia bangun telah mengumpulkan sekitar 187 ribu subscriber. Sebuah capaian yang tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang penuh konsistensi.
Karakter-karakter yang ia ciptakan tidak sekadar bergerak di layar. Mereka hidup, berbicara, dan membawa penonton terutama kalangan remajamasuk ke dunia yang ia bangun sendiri.
Dunia yang lahir dari rasa penasaran, kegemaran bermain gim, sekaligus keberanian untuk mencoba. Tidak ada jalan instan dalam proses itu. Di balik setiap video, ada jam-jam belajar mandiri yang ia jalani.
Fadli mengasah kemampuan editing, animasi, hingga storytelling secara otodidak. Ia mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba lagi. Baginya, setiap unggahan bukan sekadar konten, melainkan catatan proses untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Di sisi lain, kehidupannya sebagai pelajar tetap berjalan. Fadli kini menempuh pendidikan di SMK IT Aljunaediyah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi mengambil jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Pilihan itu bukan tanpa alasan.
Dunia teknologi yang ia pelajari di sekolah menjadi fondasi penting bagi langkah kreatifnya di ranah digital. Ia memahami bahwa di balik konten yang menarik, ada sistem, perangkat, dan pengetahuan teknis yang harus dikuasai. Dari jaringan hingga perangkat komputer, semua menjadi bagian dari bekal yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit.
Namun, yang membuat langkah Fadli terasa berbeda bukan hanya pada apa yang ia kerjakan hari ini, melainkan pada bagaimana ia memandang masa depan.
Di usianya yang masih belia, ia sudah menyimpan visi besar menjadi seorang pengusaha sukses. Dunia digital yang kini ia tekuni bukan sekadar ruang ekspresi, tetapi juga batu loncatan untuk membangun kreativitas, kemandirian, dan jiwa wirausaha.
Kisah Fadli Maula Alghifari adalah potret kecil dari wajah generasi muda Indonesia hari ini generasi yang tumbuh bersama teknologi, tetapi juga berani mengolahnya menjadi peluang.
Dari Sukabumi, di tengah keterbatasan yang ada Fadli melangkah tanpa banyak suara, namun dengan arah yang jelas. Menggambar mimpi lewat animasi, merangkai masa depan lewat konsistensi.
Sebab bagi Fadli, berkarya bukan soal menunggu sempurna. Melainkan berani memulai, lalu terus belajar di sepanjang jalan.
