Cuaca Ekstrem Tekan Kualitas Jalan, Kemantapan Jalan Kota Sukabumi Diprediksi Turun

KABARINDAH.COM, Sukabumi — Kemantapan kualitas jalan di Kota Sukabumi diprediksi mengalami penurunan akibat kerusakan di sejumlah ruas jalan yang dipicu cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengatakan bahwa sebelumnya tingkat kemantapan jalan Kota Sukabumi berada di angka 86,87 persen. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak langsung terhadap struktur jalan.

“Jalan itu sifatnya dinamis. Dengan cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi, struktur jalan pasti terpengaruh. Kualitasnya menurun dan otomatis kemantapan jalan juga ikut terdampak,” ujar Sony, Selasa (10/2/2026). Ia memperkirakan, saat ini tingkat kemantapan jalan Kota Sukabumi telah menurun ke kisaran 83 hingga 84 persen.

Penurunan tersebut, menurut Sony, tidak hanya terjadi di Kota Sukabumi, melainkan hampir merata di berbagai daerah. “Ini bukan hanya di Sukabumi. Hampir semua daerah mengalami hal yang sama, baik kota maupun kabupaten, karena faktor cuaca ekstrem,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, DPUTR Kota Sukabumi masih menunggu kepastian tambahan anggaran, menyusul adanya pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang turut berdampak pada program infrastruktur.

“Kami sedang menunggu kemungkinan input anggaran tambahan yang direncanakan melalui anggaran parsial. Besarannya belum bisa dipastikan, tetapi sudah ada prioritas,” ujar Sony.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah memprioritaskan penanganan 10 ruas jalan sebagaimana disampaikan Wali Kota Sukabumi.

Beberapa di antaranya adalah Jalan Ridogalih (Jalan Gudang), Jalan Cicadas, Jalan Merbabu, Jalan Ciaul Pasir, dan Jalan Subang Jaya. Untuk Jalan Merbabu, Sony menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara sementara karena sebelumnya ruas jalan tersebut direncanakan akan diintervensi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Karena belum ada kepastian dari provinsi, maka kami lakukan penanganan sementara agar tetap bisa dilalui masyarakat,” jelasnya.

Sony juga mengakui bahwa pengurangan TKD menjadi tantangan besar, terutama bagi daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas.

Namun, ia optimistis upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan memberikan dampak positif. “Pak Wali Kota sedang gencar memaksimalkan dan memberdayakan PAD. Tahun lalu terlihat ada peningkatan, meski memang belum sebanding dengan pemotongan TKD. Kami berharap tahun ini PAD bisa meningkat signifikan sehingga ketergantungan terhadap TKD dapat berkurang,” katanya.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap tambahan anggaran melalui perubahan anggaran (parsial) dapat segera terealisasi, sehingga perbaikan jalan dapat dipercepat dan tingkat kemantapan jalan kembali meningkat.

Exit mobile version