Cegah Penyebaran Covid-19 Setu Babakan Tutup, Seniman Beralih ke Pertunjukan Virtual

  • Bagikan

KABARINDAH.COM, JAKARTA – Kampung Betawi Setu Babakan saat ini masih menutup pintu bagi wisatawan. Para pelaku ekonomi kreatif di sana memanfaatkan wisata virtual untuk menyambung hidup.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Betawi, Imron mengungkapkan kepada detikcom bahwa situasi masyarakat di sekitar Setu Babakan memang sedang sulit. Pasalnya, Setu Babakan harus ditutup selama hampir 2 bulan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Para pelaku seni dan ekonomi kreatif khas Betawi di Perkampungan Budaya Betawi memang mengalami tekanan ekonomi selama pandemi ini. Karena selama pandemi ini, tidak hanya di Perkampungan Budaya Betawi namun juga di semua tempat wisata di DKI Jakarta memiliki skema pembatasan pengunjung dan berkegiatan demi mengantisipasi penyebaran penularan COVID-19,” kata Imron, Sabtu (21/8/2021).

Setu Babakan betapa sepinya destinasi wisata tersebut. Para perajin ondel-ondel hingga pedagang kuliner Betawi harus putar otak agar dagangan mereka laku.

Menurut Imron, saat ini para pelaku ekonomi kreatif di Setu Babakan sudah mulai beradaptasi. Mereka mengandalkan pertunjukan virtual dan bagi pedagangnya mulai berjualan online.

“Saat ini banyak para pelaku seni dan ekonomi kreatif yang mulai beradaptasi dengan kondisi pembatasan ini, terlihat dengan mulai banyaknya mereka yang berkegiatan kesenian dan berkegiatan ekonomi secara daring, baik dengan berjualan online maupun tampil berkesenian melalui kegiatan-kegiatan virtual,” ujar Imron.

“Meskipun pendapatannya tidak sama sebanding saat sebelum pandemi. Ini adalah bukti semangat masyarakat untuk berjuang di antara keterbatasan,” sambungnya.

Imron berharap pandemi COVID-19 ini dapat segera teratasi agar pariwisata kembali bergeliat. Ia juga mengimbau agar masyarakat Setu Babakan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat dan wisatawan agar selalu mematuhi prokes dan peraturan yang berlaku, karena pengaturan tersebut demi menjaga masyarakat dari penularan COVID-19,” imbaunya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berjuang melawan COVID-19 dengan berbagai kreativitas berkegiatan seni dan ekonomi kreatif melalui berbagai moda daring untuk tetap menunjukkan eksistensi masyarakat berkesenian dan ekonomi kreatif khas Betawi di Perkampungan Budaya Betawi,” paparnya.

  • Bagikan