KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada Senin (7/9/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Kota Sukabumi.
Erupsi Gunung Anak Krakatau diketahui terjadi sejak Jumat (4/9/2026). Abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi menurunkan jarak pandang sekaligus meningkatkan paparan partikulat di udara. Pemkot Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta kondisi di lapangan.
“Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada 7 September 2026 sambil memantau perkembangan kondisi udara,” demikian kebijakan yang disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.
Kebijakan PJJ tersebut telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan melalui Surat Nomor 400.3.3.7/2927/DISDIKBUD/2026.
Meski siswa mengikuti pembelajaran dari rumah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Mereka diminta menggunakan masker serta menerapkan protokol kesehatan lainnya sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Sementara itu, kebijakan pembelajaran untuk jenjang SMA dan SMK berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkot Sukabumi telah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar pada jenjang tersebut.
Informasi mengenai kebijakan pembelajaran SMA dan SMK selanjutnya disampaikan melalui kepala sekolah masing-masing sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pelaksanaan MBG tetap dikoordinasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi juga mengatur pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama penerapan PJJ. Pelaksanaan MBG dikoordinasikan antara masing-masing satuan pendidikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mengingatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan agar tetap memperhatikan perkembangan kondisi udara. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik.
Penyesuaian kegiatan pendidikan akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dan hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pemkot Sukabumi mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk mengikuti perkembangan informasi dan kebijakan terbaru selama kondisi udara terdampak sebaran abu vulkanik Gunung
