KABARINDAH.COM, Sukabumi— Pemkot Sukabumi bersama aparat gabungan terus mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Memasuki hari keempat penanganan, sekitar 400 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir dan memadamkan titik-titik api serta asap yang masih muncul di sejumlah area TPA.
Upaya tersebut diawali dengan apel petugas gabungan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Apel dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kapolres Sukabumi Kota, Dandim 0607, pejabat utama Polres Sukabumi Kota, para kapolsek, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat, Lurah Cikundul, unsur pemadam kebakaran, BPBD, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.
Bobby mengatakan, pengerahan personel lintas sektor merupakan bagian dari upaya mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area aktif TPA.
“Ini merupakan sinergi bersama. Kita berupaya melokalisasi titik-titik api agar tidak merambat ke area TPA yang masih aktif,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, petugas gabungan dibagi ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C. Pembagian ini dilakukan untuk mempermudah penyisiran dan memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun api dapat ditangani.
Petugas bersama personel pemadam kebakaran melakukan penyisiran di area terdampak. Alat berat digunakan untuk mengurai dan membuka material sampah, sementara petugas lainnya melakukan penyemprotan air secara langsung ke titik yang masih panas.
Kondisi di lapangan menjadi lebih kompleks karena munculnya panas dan gas metana di antara timbunan sampah. Pertemuan angin dengan gas tersebut dapat memicu munculnya kembali titik api maupun bara di sejumlah lokasi.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan lebih dari empat hektare. Namun, angka tersebut masih perlu dikonfirmasi dan dipastikan kembali oleh DLH Kota Sukabumi.
Bobby berharap seluruh titik api dapat dikendalikan secara maksimal pada hari keempat penanganan.”Harapannya hari ini titik api bisa kita padamkan semaksimal mungkin,” katanya.
Selain pengerahan personel, pemerintah juga terus mengoordinasikan dukungan peralatan, penyediaan masker, serta kebutuhan teknis lainnya untuk menunjang proses pemadaman dan menjaga keselamatan petugas di lapangan.
Kebakaran TPA Cikundul tidak hanya menjadi persoalan penanganan darurat. Pemkot Sukabumi juga menjadikannya sebagai bahan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan.
Bobby mengatakan, pemerintah tengah mendorong optimalisasi pengelolaan sampah dari tingkat wilayah sehingga beban yang masuk ke TPA dapat dikurangi. Salah satu langkah yang direncanakan adalah optimalisasi 13 <span;>Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) pada 2027.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat produksi sampah di Kota Sukabumi mencapai sekitar 193 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 136 ton di antaranya masih masuk ke TPA Cikundul setiap hari. Sementara sampah lainnya ditangani melalui TPS 3R, pengepul, maupun pengelolaan di wilayah masing-masing.
