160 Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Masih Mengungsi, Mayoritas Bertahan di Rumah Kerabat

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Sebanyak 160 warga terdampak kebakaran hebat di Kampung Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hingga Senin (27/7/2026) sore masih berada di pengungsian. Dari total 52 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal, sebagian besar memilih mengungsi ke rumah sanak saudara, sementara sisanya bertahan di tenda pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.

Berdasarkan laporan sementara Pos Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) BPBD Kabupaten Sukabumi hingga pukul 17.00 WIB, seluruh korban terdampak yang berjumlah 52 KK atau 160 jiwa masih mengungsi. Sebanyak 12 KK atau 35 jiwa berada di tenda pengungsian terpusat, sedangkan 40 KK atau 125 jiwa mengungsi di rumah kerabat.

Di antara para penyintas terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni dua ibu hamil dan enam ibu menyusui. Pemerintah bersama tim gabungan terus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) itu menghanguskan 51 rumah sehingga seluruhnya mengalami rusak berat.

Selain rumah warga, api juga melalap satu masjid, satu bangunan PAUD, 49 leuit (lumbung padi), dua lisung, enam warung, serta dua unit MCK. Tiga sepeda motor dan satu mobil Maskara turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, aparat kecamatan, pemerintah desa, relawan, serta berbagai instansi terkait masih melakukan pendataan dan assessment di lokasi bencana. Posko tanggap darurat telah dibuka untuk mengoordinasikan penanganan korban dan distribusi bantuan.

Selama masa tanggap darurat, penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta pemulihan sarana dan prasarana yang rusak akibat kebakaran.

Hingga kini, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, antara lain makanan siap saji, operasional dapur umum, obat-obatan dan perlengkapan P3K, susu, perlengkapan bayi, popok bayi dan dewasa, selimut, kasur atau matras, perlengkapan mandi, kebutuhan ibu hamil dan menyusui, tas kesehatan, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak.

Tim gabungan penanganan bencana masih terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyintas dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Exit mobile version